Berita Terpopuler di Jawa Timur
Berikut adalah berita terpopuler di Jawa Timur yang dirangkum dalam Jatim Terpopuler pada Selasa, 03 April 2026. Berita ini mencakup berbagai isu penting yang sedang dibahas oleh pemerintah dan masyarakat.
Plt Bupati Ponorogo Wacanakan ASN Gowes atau Naik Becak Setiap Jumat
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita belum menentukan apakah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab akan ditetapkan Work From Home (WFH). Meskipun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan bahwa setiap Rabu ASN Pemprov Jatim akan dilakukan WFH.
“WFH ini belum saya putuskan untuk ASN Pemkab Ponorogo,” ujar Bunda Lisdyarita—sapaan akrabnya—kepada media, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, jika WFH tidak diterapkan, maka ASN Pemkab Ponorogo akan diganti dengan aktivitas bersepeda ke kantor masing-masing. “Apalagi yang kota-kota. Bisa nanti setiap Jumat bersepeda. Kan juga hemat BBM (Bahan Bakar Minyak),” tambahnya.
Namun, bagi ASN yang tidak bisa menggunakan sepeda, Bunda Lisdyarita menyarankan untuk naik becak. “Nanti gowes, sepeda nah yang tiap hari Jumat tapi yang gak bisa naik sepeda. Ayo, kita sedekah dengan teman-teman becak nah naik becak,” jelasnya.
Akan tetapi, jika Pemerintah Pusat menginstruksikan untuk tetap WFH, Bunda Lisdyarita akan memilih WFH di hari Jumat setiap pekan.
Kemarau di Jawa Timur Diperkirakan Lebih Panjang
Sebagian besar wilayah Jawa Timur akan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih kering pada 2026. Penyebab musim kemarau di Jatim lebih panjang dan kering ini diperkirakan terjadi akibat perubahan dinamika atmosfer dan laut global yang mulai berlangsung pada pertengahan tahun.
Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Sebagian wilayah diprediksi sudah mulai mengalami kemarau lebih awal pada April 2026. Sementara wilayah lainnya baru memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Selain itu, BMKG memperkirakan sekitar 75 persen wilayah Jawa Timur akan memiliki sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca yang dapat terjadi. “Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk kemungkinan kekeringan pada musim kemarau apabila curah hujan berkurang,” ujarnya.
BMKG memprediksi adanya peluang kemunculan fenomena El Nino pada pertengahan hingga akhir 2026 dengan probabilitas sekitar 50 hingga 60 persen.
LRT Siap Hadir di Surabaya Raya
Pengoperasian kereta urban berbasis rel di Surabaya Raya, termasuk kemungkinan skema pemberian subsidi tarif, masih dikaji oleh Pemkot Surabaya. Meskipun tarif tiket direncanakan tidak terlalu mahal, pemerintah tetap menyiapkan skema subsidi agar tarif tetap terjangkau tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan, penentuan tarif dan subsidi masih menunggu hasil kajian. Pembahasan tersebut memperhitungkan kemampuan dan kemauan masyarakat dalam membayar tarif transportasi massal.
Menurutnya, dalam perencanaan transportasi massal terdapat dua indikator penting. Yakni ability to pay atau kemampuan membayar dan willingness to pay atau kemauan masyarakat untuk membayar tarif transportasi.
“Masalah tarif nanti ada kajian khusus mengenai ability to pay dan willingness to pay. Jadi dua kajian itu harus diselesaikan dulu setelah nilai investasi proyek ini final, karena saat ini masih belum final,” kata Irvan ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Ia menjelaskan, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan besaran tarif serta subsidi yang harus ditanggung pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Besaran subsidi, lanjut Irvan, sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.



















