PONOROGO – Kepergian sosok sentral di Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren dan umat. Jenazah beliau akan disalatkan untuk terakhir kalinya di Masjid Jami Pondok Modern Darussalam Gontor sebelum dimakamkan di area pemakaman keluarga pada Minggu, 4 Januari 2026.
Rektor Universitas Darussalam Gontor (Unida), Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengonfirmasi bahwa jenazah Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi telah disemayamkan selama satu malam di Rumah Keprabon, yang merupakan kantor Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo. “Ini disemayamkan semalam. Pagi ini disalatkan di Masjid Jami Pondok (Pondok Modern Darussalam Gontor),” ujar beliau pada Minggu pagi dari kediaman duka.
Prosesi penghormatan terakhir terhadap almarhum dimulai pada Sabtu malam, 3 Januari 2025, ketika jenazahnya dibawa dari rumah duka di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor menuju Rumah Keprabon di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Iring-iringan jenazah, yang menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor, tiba di Rumah Keprabon sekitar pukul 21.30 WIB, disambut oleh tangis haru keluarga dan santri.
Upacara pemakaman direncanakan akan dilaksanakan pada sekitar pukul 09.00 WIB di pemakaman keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor. Kepergian KH. Amal Fathullah Zarkasyi menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Peran Vital dalam Kepemimpinan Gontor
KH. Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai salah satu dari “Tri Murti” Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Istilah ini merujuk pada tiga pemimpin tertinggi yang melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren setelah wafatnya para pendiri. Peran beliau sangat krusial dalam menjaga kelangsungan dan pengembangan visi serta misi Gontor.
Sejarah Kepemimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Perjalanan kepemimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dapat ditelusuri melalui beberapa periode penting, yang mencerminkan evolusi dan keberlanjutan institusi ini. KH. Amal Fathullah Zarkasyi memegang peranan penting dalam periode kepemimpinan kelima.
Berikut adalah rincian periode kepemimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor:
Periode Pertama: Dipimpin oleh para pendiri “Trimurti” yaitu KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fananie, dan KH. Imam Zarkasyi. Periode ini menjadi fondasi awal berdirinya Gontor dan meletakkan dasar-dasar pendidikannya yang unik.
Periode Kedua: Kepemimpinan dilanjutkan oleh KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan KH. Shoiman Lukmanul Hakim. Pada masa ini, Gontor terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam terkemuka.
Periode Ketiga: Dipimpin oleh KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan KH. Imam Badri. Periode ini melanjutkan upaya pengembangan dan inovasi dalam sistem pendidikan Gontor.
Periode Keempat: Kepemimpinan dijalankan oleh KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan A. Sahal, dan KH. Syamsul Hadi Abdan. Pada fase ini, Gontor terus beradaptasi dengan tantangan zaman sambil tetap mempertahankan nilai-nilai intinya.
Periode Kelima: Hingga saat ini, kepemimpinan Gontor dipegang oleh KH. Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH. Akrim Mariyat. Periode ini menjadi saksi atas kontribusi besar Prof. KH. Amal Fathullah Zarkasyi dalam memajukan Gontor, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan santri. Kehadirannya di jajaran pimpinan memberikan warna dan arah strategis yang signifikan bagi masa depan pesantren.
Kehidupan dan karya Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Islam yang berkarakter.




