Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menanggapi dukungan suporter yang meneriakkan namanya usai laga melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10) malam. Dalam pertandingan terakhir Grup A itu, Indonesia menang telak 9-2 dan memastikan posisi puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol atas Malaysia.
Riuh dukungan dari tribun terdengar jelas setelah laga berakhir. Nama Herdman berkali-kali disuarakan penonton, menandai sambutan positif terhadap pelatih yang baru menangani skuad Garuda. Herdman lalu memberi respons dengan nada menatap ke tujuan jangka panjang tim. Ia menyebut Piala Dunia 2030 sebagai fokus utama, sembari menegaskan bahwa keberhasilan di laga tersebut masih merupakan bagian awal dari proses.
“Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” kata Herdman seusai pertandingan Indonesia kontra Bangladesh. Ucapan itu menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin euforia kemenangan membuat tim lengah, meski hasil besar atas Bangladesh menjadi modal penting di fase awal.
Sebelum momen apresiasi dari penonton di SUGBK, Herdman sempat berada di bawah tekanan publik. Setelah Indonesia bermain imbang melawan Malaysia, kritik mengarah kepadanya dan sorotan terhadap kinerjanya menguat. Situasi itu kemudian memicu pembelaan dari bek timnas Indonesia, Justin Hubner, yang menilai sang pelatih layak mendapat penghargaan atas kerja kerasnya.
Hubner mengatakan Herdman menunjukkan energi besar dalam membina tim dan bekerja hampir tanpa henti untuk kepentingan skuad Garuda. Menurut dia, penilaian negatif terhadap pelatih asal Kanada itu tidak sebanding dengan dedikasi yang diberikan. “Saya pikir bila melihat seberapa besar energi yang diberikan pelatih kepada tim, itu luar biasa,” ujar Hubner usai Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Bek muda tersebut juga menilai Herdman membawa semangat baru dalam tim. Ia bahkan membandingkan pengalamannya di bawah asuhan Herdman dengan masa bersama Shin Tae-yong, pelatih sebelumnya. Meski tetap menghormati kontribusi Shin Tae-yong, Hubner menilai Herdman mampu memberi dorongan yang membuat Indonesia berpeluang naik kelas. “Saya tentu menyukai Shin Tae-yong, tetapi pelatih ini benar-benar bagus untuk kami. Dia luar biasa. Dia bisa membawa kami ke level berikutnya,” kata Hubner.
Sumber: www.jpnn.com




