LOMBOK TENGAH — Jorge Martin mengambil alih puncak klasemen MotoGP 2026 setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10) siang WIB. Pergeseran itu terjadi karena Marc Marquez, yang sehari sebelumnya sempat memimpin berkat kemenangan di sprint race, hanya menuntaskan balapan utama di posisi keenam. Dengan hasil tersebut, Marc turun ke urutan kedua klasemen, terpaut dua poin dari Martin.
Balapan utama di Mandalika berlangsung milik Aprilia. Marco Bezzecchi tampil sebagai pemenang setelah menahan tekanan Raul Fernandez, sedangkan Jorge Martin melengkapi podium di tempat ketiga. Hasil itu membuat Aprilia menyapu tiga posisi teratas melalui Bezzecchi, Fernandez, dan Martin. Di belakang mereka, Ai Ogura finis keempat usai duel rapat dengan Pedro Acosta yang menempati posisi kelima.
Bagi Marc, akhir pekan di Indonesia berubah kontras dalam dua hari. Pada Sabtu (10/10), pembalap Ducati Lenovo itu menguasai sprint race dan sempat naik ke posisi teratas klasemen. Namun pada race hari Minggu, ia tak mampu menjaga keuntungan tersebut. Marc finis di belakang Jorge Martin, sehingga kehilangan posisi puncak yang baru ia pegang selama satu hari.
Persaingan di barisan depan juga memengaruhi peta poin. Bezzecchi mengumpulkan 25 poin dari kemenangan, disusul Fernandez dengan 20 poin dan Martin dengan 16 poin. Sementara itu, Marc hanya membawa pulang 10 poin dari finis keenam. Selisih kecil ini cukup untuk mengubah susunan klasemen sementara, mengingat jarak poin antara Martin dan Marc kini hanya dua angka.
Selepas balapan, Bezzecchi menilai hasil tersebut pantas didapatkan timnya. Ia menegaskan pertarungan dengan Fernandez berlangsung ketat hingga garis finis. “Saya sangat bahagia,” kata Bezzecchi. “Persaingan dengan Raul sangat sengit. Menurut saya, kami (Aprilia) layak mendapatkan hasil ini.”
Di papan klasemen sementara yang dirilis setelah MotoGP Indonesia, Jorge Martin memimpin dengan 355 poin. Marc Marquez menyusul dengan 353 poin, lalu Marco Bezzecchi di posisi ketiga dengan 309 poin. Di bawah mereka ada Ai Ogura dengan 259 poin dan Pedro Acosta 258 poin. Sementara itu, Francesco Bagnaia yang gagal finis di Mandalika tetap berada di peringkat kesembilan dengan 166 poin.
Hasil di Mandalika sekaligus menegaskan bahwa perebutan gelar musim ini masih sangat terbuka. Dengan beberapa seri tersisa, setiap poin menjadi krusial, terlebih bagi dua pembalap teratas yang hanya dipisahkan dua angka. Bagi Aprilia, akhir pekan di Indonesia menjadi salah satu yang paling berkesan karena bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga menempatkan dua ridernya di podium dan mengembalikan Martin ke posisi terdepan klasemen.




