Pembatalan 13 Perjalanan Kereta Api Akibat Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI mengumumkan pembatalan 13 perjalanan kereta api jarak jauh pada Selasa (28/4/2026). Pembatalan ini dilakukan sebagai dampak dari insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line dari arah belakang.
Melalui akun resmi @kai121_, KAI menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Perusahaan juga meminta maaf atas gangguan perjalanan yang dialami pelanggan. Pernyataan resmi KAI menyebutkan:
“Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur membawa duka mendalam. KAI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak, serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.”
KAI menjelaskan bahwa pembatalan perjalanan ini merupakan bagian dari penyesuaian operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian. Dengan demikian, perusahaan berupaya untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi semua pengguna jasa.
Daftar 13 Perjalanan Kereta yang Dibatalkan
Berikut adalah daftar 13 perjalanan kereta yang dibatalkan oleh KAI:
- KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasarsenen)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasarsenen)
- KA 163 Gumarang (Surabaya Pasarturi – Pasarsenen)
- KA 149 Singasari (Blitar – Pasarsenen)
- KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasarsenen)
- KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasarsenen)
- KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi – Gambir)
- KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasarsenen)
Pengembalian Tiket dan Informasi Tambahan
Bagi pelanggan yang terdampak, KAI memastikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Pengajuan refund bisa dilakukan hingga tujuh hari ke depan. Pelanggan dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui Contact Center 121 atau WhatsApp resmi KAI.
“KAI terus mengupayakan pemulihan perjalanan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tulis perusahaan dalam pernyataannya.
Keterangan Saksi Mata
Sebelumnya, salah satu penumpang KRL, Munir, mengatakan kereta yang ditumpanginya tengah berhenti ketika kejadian berlangsung. Ia juga menyebut gerbong perempuan mengalami kerusakan parah dan sejumlah penumpang kesulitan mengevakuasi diri akibat akses tertutup bagian rangkaian yang rusak.
Dengan adanya kejadian ini, KAI berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan meningkatkan keselamatan dalam operasional kereta api. Para pengguna jasa diharapkan dapat memahami situasi yang terjadi dan bersabar dalam proses pemulihan.













