Pelatih Madura United Soroti Masalah Finishing Sebagai Penyebab Kekalahan
Pelatih caretaker Madura United, Rakhmat Basuki, mengungkapkan bahwa kekalahan 1-3 dari Borneo FC dalam pertandingan pekan ke-26 Super League 2025/2026 disebabkan oleh masalah finishing yang lemah. Meskipun secara statistik timnya unggul dalam jumlah peluang dan tembakan ke gawang, Madura United gagal memaksimalkannya menjadi gol.
Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam. Rakhmat Basuki menilai bahwa Madura United mendominasi permainan sepanjang laga. Statistik menunjukkan bahwa timnya menciptakan 15 kesempatan, jauh lebih banyak dibandingkan 9 peluang yang didapat Borneo FC. Dalam hal tendangan, Madura United mencatatkan 24 kali tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang Borneo FC. Sementara Borneo FC hanya melepaskan 12 tendangan, 4 diantaranya mengarah ke gawang Madura United, yang akhirnya menciptakan tiga gol melalui Obieta pada menit 2 dan 60 serta Peralta pada menit 90+5.
Gol semata wayang Madura United tercipta lewat gol bunuh diri Nduwarugira pada menit 42.
“Paling kelihatan masalah finishing. Secara statistik shots on target kami jauh lebih unggul dari Borneo,” kata Rakhmat Basuki setelah pertandingan. “Cuma memang permasalahannya adalah di kualitas finishing. Mungkin itu yang harus kami latih lagi, kami drill lagi supaya bisa memaksimalkan,” tambahnya.
Menurut Rakhmat Basuki, banyak pemain melakukan finishing kurang serius. Hal ini bermula dari latihan, yang akhirnya terbawa ke pertandingan. “Mereka menganggap bahwa di pertandingan pasti bisa tanpa harus dengan latihan yang serius,” ujarnya. “Padahal, latihan yang serius itu yang kami bawa ke pertandingan. Jadi PR kami adalah itu yang paling utama, selain memang faktor defense yang sedikit lemah,” pungkasnya.
Kiper Madura United Mengakui Kurang Fokus
Kiper Madura United, Diky Indriyana, menyampaikan kekecewaannya atas hasil pertandingan malam ini. “Tentunya match yang sangat berat. Saya pribadi mewakili pemain, menyampaikan mohon maaf atas hasil malam ini. Kami semua sudah bekerja keras, tapi ya Ini hasilnya,” katanya.
Mengenai gol-gol Borneo FC yang bersarang ke gawangnya, Diky mengaku bahwa hal tersebut disebabkan oleh kurang fokus. “Biasanya ditekankan di 15 menit pertama dan terakhir harus fokus. Mungkin di match tadi 15 menit pertama kurang fokus, jadi itu yang menyebabkan kami kegolongan cepat,” ucapnya.
Rentetan Hasil Buruk Madura United
Kekalahan dari Borneo FC menambah panjang rentetan hasil buruk Madura United dalam 11 laga terakhir. Tim ini masih puasa kemenangan dan tetap berada di zona degradasi. Saat ini, Madura United berada di peringkat 16 dengan 20 poin, sama dengan PSBS Biak yang ada di peringkat 17.
Tantangan untuk Masa Depan
Dengan posisi yang masih sulit, Rakhmat Basuki dan para pemain Madura United kini menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki performa. Fokus utama adalah meningkatkan kualitas finishing dan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Selain itu, peningkatan kualitas pertahanan juga menjadi prioritas agar bisa menghindari kekalahan yang terus-menerus terjadi.




