KAI Melaporkan 246 Penumpang Terdampak Insiden KA Argo Bromo Anggrek vs KRL
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 246 penumpang terdampak dalam perjalanan yang berkaitan dengan insiden operasional di wilayah Daop 1 Jakarta. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 205 penumpang turun di Stasiun Surabaya Pasarturi, 11 penumpang di Stasiun Cirebon, dan 30 penumpang di Stasiun Semarang Tawang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa hingga pukul 09.30 WIB, belum ada laporan resmi mengenai adanya penumpang korban, khususnya bagi penumpang yang turun di Surabaya Pasarturi. Ia menjelaskan bahwa data detail kondisi penumpang saat ini masih tersimpan di KAI Pusat.
“Hingga saat ini kami belum menerima informasi terkait adanya penumpang yang menjadi korban, terutama yang turun di Surabaya. Untuk data detail kondisi penumpang berada di KAI Pusat,” ujarnya kepada Tribun Jatim Network, Selasa (28/4/26).
Penumpang yang sebelumnya dijadwalkan turun di Stasiun Surabaya Pasarturi telah dievakuasi menggunakan moda bus dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Gambir sebagai bagian dari penanganan darurat. Proses evakuasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang.
Selain itu, KAI juga memberikan kebijakan fleksibilitas kepada penumpang terdampak. Pelanggan diberi kesempatan untuk melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian dana penuh maupun perubahan jadwal perjalanan. “Penumpang kami beri waktu untuk proses refund tiket maupun perubahan jadwal perjalanan,” tambah Mahendro.
KAI menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan penumpang berjalan optimal serta informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan terkini.
Sekadar informasi, KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul 20.30 WIB pada Senin (27/4/26) malam dan rencananya akan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 04.15 di hari Selasa (28/4/26). Namun, insiden operasional yang terjadi memengaruhi jadwal perjalanan tersebut.
Penanganan Darurat dan Langkah KAI
Untuk menangani situasi darurat, KAI mengambil beberapa langkah penting. Salah satunya adalah evakuasi penumpang yang terdampak ke lokasi yang lebih aman. Proses ini dilakukan dengan bantuan bus yang mengangkut penumpang dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Gambir. Hal ini dilakukan agar penumpang dapat segera mendapatkan layanan yang lebih baik dan terjamin.
Selain itu, KAI juga memberikan kebijakan fleksibilitas kepada para penumpang. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembatalan tiket atau mengubah jadwal perjalanan tanpa adanya biaya tambahan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab KAI terhadap kepuasan pelanggan dan keselamatan penumpang.
Pihak KAI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti otoritas keamanan, lembaga kesehatan, dan instansi lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua penumpang mendapatkan perlakuan yang optimal dan informasi yang akurat.
Informasi Terkini
Dalam rangka memberikan informasi yang lebih lengkap dan terkini, KAI terus memperbarui data dan kondisi terkini terkait insiden ini. Para penumpang dan masyarakat luas dapat memantau perkembangan informasi melalui saluran resmi KAI.
Sebagai tambahan, KAI juga memastikan bahwa semua layanan yang diberikan tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi insiden. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa tenang dan percaya bahwa KAI selalu siap menghadapi berbagai situasi darurat.



















