Kevin Diks Minta Timnas Indonesia Tetap Tenang Saat Hadapi Thailand di Final ASEAN Cup

Diposting pada

Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks mengingatkan rekan-rekannya agar menjaga emosi ketika meladeni Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Laga puncak itu akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober, pukul 20.00 WIB. Menurut Diks, partai final memiliki tekanan yang berbeda karena satu kesalahan kecil bisa langsung mengubah arah pertandingan.

Dalam jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Ahad, 4 Oktober 2023, Diks menekankan pentingnya fokus penuh sepanjang laga. Ia menilai duel perebutan gelar tidak memberi banyak ruang untuk lengah, apalagi jika dua tim sama-sama memiliki kualitas yang seimbang. Karena itu, ia meminta para pemain Indonesia tidak terpancing situasi di lapangan dan tetap bermain tenang sampai akhir.

Pemain Borussia Moenchengladbach itu juga menyampaikan kebanggaannya bisa membawa Indonesia sampai ke final. Jalur yang ditempuh skuad Garuda, menurut dia, tidak mudah sejak fase awal turnamen. Indonesia membuka perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, lalu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia meski harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Di pertandingan terakhir, Indonesia sempat berada dalam persaingan ketat untuk memperebutkan posisi juara grup bersama Malaysia. Namun, kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh membuat Indonesia memastikan langkah ke partai puncak. Diks menilai pencapaian itu menunjukkan kerja keras tim sepanjang turnamen, sekaligus menjadi modal penting sebelum menghadapi tantangan berikutnya.

Meski demikian, Diks tidak menutup mata bahwa Thailand akan menjadi lawan yang berat. Ia menyebut final sebagai pertandingan yang sulit, tetapi juga mengingatkan bahwa dalam satu laga penentuan, peluang kedua tim tetap terbuka. Dengan status sebagai bek yang sudah mencatat 15 penampilan untuk tim Garuda, Diks berharap Indonesia bisa memaksimalkan kesempatan di hadapan publik sendiri.

Selain soal persiapan tim, Diks juga berbicara mengenai Jay Idzes yang absen karena cedera. Meski tidak berada di Jakarta, kapten utama tim itu tetap memberi dukungan dari jauh. Diks mengatakan Idzes kerap menghubunginya dan terus memantau perkembangan tim, termasuk setelah Indonesia memastikan tiket final. Bagi Diks, kehadiran Idzes tetap terasa karena ia masih menjadi bagian dari kelompok ini meski tidak bisa bermain.

Sumber: news.republika.co.id

Tinggalkan Balasan