Komposisi Bek Timnas Indonesia Dinilai Tak Berimbang di FIFA ASEAN Cup 2026

Diposting pada

Timnas Indonesia tengah mendapat sorotan setelah komposisi skuad racikan John Herdman dinilai timpang, terutama di sektor bek sayap, saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah dua laga Grup A, Indonesia berada di posisi kedua dengan empat poin, sehingga masih tertinggal dari syarat utama untuk melaju ke final, yakni menjadi juara grup. Situasi itu membuat hasil tim Garuda kembali dibedah, mulai dari pemilihan pemain hingga efektivitas susunan lini belakang.

Dalam dua pertandingan awal, Indonesia sempat menang 2-0 atas Singapura, lalu hanya mampu bermain 0-0 melawan Malaysia. Hasil tersebut menempatkan Malaysia di puncak klasemen Grup A dan berada di jalur paling aman menuju partai puncak. Dengan hanya satu tiket final untuk juara grup, posisi Indonesia belum cukup meyakinkan meski peluang secara matematis belum sepenuhnya tertutup.

Di tengah evaluasi hasil itu, pilihan pemain Herdman ikut menjadi bahan kritik. Pelatih asal Inggris tersebut membawa total 10 pemain yang berstatus bek atau pemain bertahan. Nama-nama itu adalah Kevin Diks, Dion Markx, Jordi Amat, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah gelandang dan penyerang, yang masing-masing hanya lima pemain.

Masalahnya, sebaran pemain belakang itu tidak merata jika dilihat dari spesialisasi posisi. Dari seluruh bek yang dipanggil, hanya Kevin Diks yang benar-benar berposisi sebagai bek kanan. Di sisi lain, ada empat pemain yang biasa mengisi bek kiri, yakni Pattynama, James, Verdonk, dan Tjoe-A-On. Ketimpangan ini membuat opsi rotasi di sektor kanan sangat terbatas, sementara sisi kiri justru menumpuk.

Akibat kondisi tersebut, Herdman terpaksa menyesuaikan peran sejumlah pemain. Verdonk lebih sering terlihat beroperasi sebagai gelandang, sedangkan James dan Tjoe-A-On bergantian menempati posisi aslinya di kiri. Sementara itu, Diks harus tampil tanpa alternatif murni di pos bek kanan dan dipaksa menghabiskan dua laga penuh selama 2×90 menit.

Kondisi skuad ini tak lepas dari beberapa faktor. Kebijakan naturalisasi PSSI disebut lebih agresif menambah bek kiri ketimbang membenahi sektor kanan. Selain itu, bek kanan Sandy Walsh juga mengalami cedera sejak awal musim bersama Persib. Herdman sebenarnya masih memiliki opsi dari liga domestik, tetapi Asnawi Mangkualam juga tengah cedera saat membela Port FC di Thailand. Dua nama lain yang tidak masuk daftar panggil adalah Muhammad Toha dari DPMM FC dan Kakang Rudianto dari Persib. Di tengah kritik tersebut, Herdman menegaskan timnya tetap menunjukkan semangat juang. Ia menyebut, “apa yang mereka (fans) lihat malam ini adalah sebuah tim yang bersedia berjuang untuk mereka, dan itulah yang akan terus kami lakukan.”

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan