Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini terkait kondisi laut di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk khususnya di Kalimantan Selatan. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Salah satu titik yang menjadi fokus utama adalah daerah pesisir Muara Sungai Barito, di mana potensi banjir rob diprediksi tinggi pada periode 7 hingga 14 April 2026.
Peringatan Dini dari BMKG
BMKG secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena banjir rob yang dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang terjadi pada tanggal 2 April 2026 lalu. Fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap gravitasi bumi, sehingga meningkatkan ketinggian pasang air laut secara maksimum. Berdasarkan data pemantauan terbaru, ketinggian pasang air laut di wilayah Muara Sungai Barito diperkirakan mencapai 2,7 meter selama periode tersebut.
Jadwal dan Lokasi Potensi Banjir Rob
Menurut rilis resmi BMKG, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada rentang waktu 11.00 hingga 16.00 WITA. Wilayah yang paling rentan terhadap banjir rob adalah Pesisir Perairan Sungai Barito. Masyarakat yang tinggal di sekitar area ini diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca maritim secara berkala.
Dampak Terhadap Aktivitas Masyarakat
Banjir rob bukan hanya sekadar genangan air biasa. Kandungan air garam dan durasi genangan yang cukup lama dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
- Gangguan Transportasi Pelabuhan: Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan kemungkinan besar akan terhambat akibat genangan air di dermaga atau akses jalan menuju pelabuhan.
- Pemukiman Pesisir: Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir pantai harus bersiap menghadapi masuknya air laut ke dalam rumah, yang dapat merusak perabotan dan infrastruktur bangunan.
- Sektor Perikanan: Para pelaku perikanan darat atau tambak di sekitar Muara Barito perlu melakukan langkah mitigasi agar komoditas budidaya tidak hanyut atau mati akibat perubahan salinitas air yang drastis.
Langkah Antisipasi dan Mitigasi
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dari kanal resmi BMKG. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sebelum pukul 11.00 WITA.
- Memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal tidak tersumbat agar air rob dapat lebih cepat surut.
- Tetap berhati-hati saat berkendara di wilayah pesisir karena genangan air laut bersifat korosif bagi kendaraan dan dapat menyembunyikan lubang di jalanan.
Dengan kewaspadaan dini, kita dapat meminimalisir kerugian materiil maupun risiko keselamatan selama fenomena banjir rob ini berlangsung.
Penulis : wafaul




















