Kondisi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi mulai menunjukkan tanda-tanda kembali normal setelah terjadi tragedi kecelakaan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Posko tenda Polda Metro Jaya berdiri sebagai pusat informasi bagi keluarga korban yang masih mencari kabar terkini.
Di selasar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bekasi, para keluarga korban masih berkerumun menunggu informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka. Mereka terus datang dan bertanya kepada petugas satpam yang berjaga di depan pintu IGD.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jumlah ambulans yang melintasi area rumah sakit telah berkurang. Namun, beberapa ambulans tetap terlihat datang membawa korban dari kecelakaan lain yang tidak terkait langsung dengan insiden kereta tersebut.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat 50 nama korban kecelakaan yang sedang dirawat di RSUD Bekasi. Sementara itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin malam (27/4). Insiden ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Dari berbagai sumber informasi yang diperoleh oleh awak media, kecelakaan tersebut melibatkan KRL atau commuter line lintas Bekasi dan kereta api jarak jauh.
Berdasarkan foto dan video yang beredar, tampak beberapa gerbong kereta hancur dan proses evakuasi korban masih berlangsung. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa:
”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a.”
Namun demikian, kecelakaan tidak bisa dihindari. KRL yang sedang berhenti karena menempel mobil diseruduk dari belakang oleh kereta jarak jauh. Akibatnya, bagian ujung belakang KRL mengalami kerusakan parah dan banyak penumpang terluka.













