• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Konferensi UGM Bahas Remiliterisasi Prabowo

Luna by Luna
20 Juni 2026 - 16:21
in politik
0

Ratusan akademisi, aktivis, penggiat organisasi masyarakat sipil, dan komunitas berkumpul di University Club Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. Forum ini berlangsung sebagai respons terhadap penguatan militer sebagai bagian dari kemunduran demokrasi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Remiliterisasi menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam konsolidasi bertajuk Konferensi Republik Meneguhkan Civil Society Pilar Republik. Selain menguatnya militerisme, mereka juga membicarakan isu-isu penting seperti ketimpangan ekonomi, krisis representasi dan demokrasi, pelemahan basis sosial, serta krisis hukum dan institusi.

Konsolidasi yang berlangsung selama sehari itu melibatkan beberapa pembicara, antara lain Jaleswari Pramodhawardani, Yanuar Nugroho, Zainal Arifin Mochtar, Arie Sujito, Alissa Wahid, Bhima Yudistira, Candra Hamzah, Titi Anggraini, Andi Wijayanto, Leo Kleden, Baiquni, Gita Wirjawan, Komaruddin Hidayat, dan Komaruddin Hidayat. Dalam pertemuan tersebut juga hadir pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.

Sosiolog UGM, Arie Sujito menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan hasil akumulasi kekhawatiran akademisi dan aktivis karena krisis ekonomi dan politik. Konsolidasi ini menjadi alternatif gerakan untuk menjaga proses demokrasi yang muncul dari kekhawatiran bersama. “Jangan sampai demokrasi semakin hancur. Akademisi, aktivis, pegiat ormas, dan jurnalis yang kritis perlu terus berkonsolidasi,” ujarnya.

Arie menuturkan bahwa dalam tiga dekade sejak reformasi bergulir, demokratisasi mengalami tekanan dan tarik ulur tak terhindarkan. Indonesia menghadapi tantangan yang lebih rumit, cair, dan seringkali bergerak secara diam-diam di dalam koridor-koridor hukum formal.

Menurut Arie, Indonesia juga menghadapi regresi demokrasi atau kemunduran demokrasi sesuai dengan temuan ilmuwan politik. Hal itu ditandai oleh berbagai praktik teror yang mereproduksi neootoriterisme. Ia menyoroti remiliterisasi sebagai faktor krusial penyebab pelemahan demokrasi. Militer masuk melalui berbagai agenda pemerintah melalui sejumlah program bercorak top down, kegiatan amal atau sukarela, dan strategi untuk menaklukkan golongan elit, menengah, dan kelas bawah. “Ini bentuk kemunduran agenda reformasi dan mengancam demokrasi,” katanya.

Baca Juga  Sugesti Bawaslu Bangka: Hakim PN Sungailiat Baca Putusan Hari Ini

Kepala Laboratorium Indonesia 2045, Jaleswari Pramodhawardani menyatakan bahwa militerisasi menghambat Indonesia membangun institusi. TNI kini berada di ruang publik dengan cara yang halus melalui peraturan presiden dan instruksi presiden.

Jaleswari memberikan contoh keberadaan batalion tempur dan batalyon teritorial pembangunan yang menjauhi mandat konstitusi, yakni TNI sebagai alat pertahanan. “TNI saat ini terus merangsek ke wilayah sipil,” kata mantan Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden itu.

Tags: konferensiremiliterisasi
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

berita

Analisis Mendalam: Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Ketegangan Geopolitik Global

20 Juni 2026 - 17:38
Sidang Air Keras: Menanti Ahli Pidana dari 4 Oknum TNI
politik

Sidang Air Keras: Menanti Ahli Pidana dari 4 Oknum TNI

20 Juni 2026 - 12:32
Analisis Dampak Krisis Properti Global pada Pasar Saham Asia: Peluang & Tantangan Investasi IKN Nusantara
Bisnis

Analisis Dampak Krisis Properti Global pada Pasar Saham Asia: Peluang & Tantangan Investasi IKN Nusantara

20 Juni 2026 - 11:17
Jasa Raharja: Negara Hadir di Hari Pancasila
politik

Jasa Raharja: Negara Hadir di Hari Pancasila

20 Juni 2026 - 09:56
Sel Kematian Eks Polisi: Layar Bias Pastikan SOP Lapas Palangka Raya
politik

Sel Kematian Eks Polisi: Layar Bias Pastikan SOP Lapas Palangka Raya

20 Juni 2026 - 08:12
Analisis Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Progres IKN Nusantara: Potensi Geopolitik Global
berita

Analisis Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Progres IKN Nusantara: Potensi Geopolitik Global

20 Juni 2026 - 07:03
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Analisis Mendalam: Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Ketegangan Geopolitik Global

20 Juni 2026 - 17:38
Taylor Swift Isi Soundtrack Toy Story 5: I Knew It, I Knew You

Taylor Swift Isi Soundtrack Toy Story 5: I Knew It, I Knew You

20 Juni 2026 - 17:17
Revolusi Baterai Solid-State: Mobil Listrik Tembus 2.000 KM, Ini Teknologi di Baliknya

Revolusi Baterai Solid-State: Mobil Listrik Tembus 2.000 KM, Ini Teknologi di Baliknya

20 Juni 2026 - 16:56
Tiga Pengendara Motor Terluka Parah Akibat Pohon Tumbang di Jatinangor

Tiga Pengendara Motor Terluka Parah Akibat Pohon Tumbang di Jatinangor

20 Juni 2026 - 16:51
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In