Kontroversi The Assassin(s) Meluas: Diprotes, Dikritik, dan Tetap Puncaki Box Office Korea

Diposting pada

Film Korea Selatan The Assassin(s) terus menjadi sorotan setelah perdebatan soal tafsir sejarahnya melebar ke arah serangan terhadap para pemeran dan pihak yang terlibat di balik layar. Meski menuai protes dari berbagai kalangan, film garapan Hur Jin Ho itu justru mencatat performa kuat di bioskop domestik sejak tayang pada 23 September, termasuk menembus lebih dari 1 juta penonton dalam waktu kurang dari empat hari.

Gelombang penolakan terhadap film ini tidak berhenti pada kritik di ruang digital. Pada 1 Oktober, sebuah unggahan yang menyebut adanya rencana aksi protes di depan rumah aktor Yoo Hae Jin beredar luas di komunitas daring Korea Selatan. Unggahan tersebut menampilkan foto formulir pemberitahuan unjuk rasa dan mengklaim bahwa izin telah diajukan untuk menggelar aksi di kediaman sang aktor. Dalam dokumen itu, nama aksi tercantum sebagai kecaman terhadap Yoo Hae Jin dan perusahaan produksi film, dengan 20 peserta dan jadwal aksi dari 3 Oktober sampai 30 Oktober.

Namun, keaslian pengajuan dan rincian yang tersebar di internet itu belum dapat dipastikan secara independen. Informasi yang ikut disebarkan, termasuk lokasi tempat tinggal Yoo Hae Jin, juga memicu pertanyaan dari warganet tentang batas kepatutan demonstrasi. Banyak pihak menilai protes terhadap karya film semestinya tidak bergeser menjadi tekanan langsung ke ranah pribadi seorang aktor.

Dampak kontroversi ini turut menjalar ke nama-nama lain yang hadir dalam pemutaran perdana VIP dan sempat memberi komentar positif terhadap film tersebut. Akun media sosial milik Lee Young Ae, Kim Go Eun, dan Park Byung Eun disebut dibanjiri kritik karena dianggap ikut merekomendasikan film yang tengah dipersoalkan itu. Situasi ini menunjukkan bahwa perdebatan seputar The Assassin(s) kini tidak hanya menyasar cerita film, tetapi juga individu-individu yang terhubung dengannya.

Efek lanjutan juga terlihat di Busan International Film Festival. Pada 1 Oktober, festival itu mengumumkan bahwa program “Actors House: Lee Min Ho” yang sebelumnya dijadwalkan pada 7 Oktober pukul 18.50 dibatalkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari. Tiket akan otomatis dibatalkan dan dananya dikembalikan tanpa permintaan khusus, sementara para pemegang tiket akan menerima pemberitahuan melalui pesan teks. Agensi Lee Min Ho, MYM Entertainment, juga menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa sang aktor tidak bisa hadir.

Kontroversi film ini berakar dari isi cerita yang mengambil inspirasi dari penembakan Yuk Young Soo, istri mantan Presiden Korea Selatan Park Chung Hee, dalam upacara Hari Pembebasan pada 15 Agustus 1974. Alur film menyoroti penyelidikan atas peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya penembak lain selain Moon Se Kwang dan dugaan keterlibatan badan pemerintah. Sejumlah kelompok politik dan konservatif menilai pendekatan itu berpotensi mendistorsi sejarah, sementara tim produksi menegaskan bahwa film ini adalah karya fiksi yang dibangun ulang lewat imajinasi sinematik dan tidak dibuat untuk tujuan politik.

Menanggapi polemik yang semakin melebar, Asosiasi Produser Film Korea pada 1 Oktober menyatakan keprihatinan atas kritik berlebihan yang diarahkan kepada kreator secara individual, mulai dari rumah produksi, sutradara, aktor, hingga staf. Asosiasi itu menilai penilaian terhadap film sebaiknya tetap berpusat pada karya, meski mengakui bahwa film yang bersandar pada sejarah atau tokoh nyata memang dapat memunculkan beragam tafsir. Mereka juga mengingatkan agar perdebatan tidak berubah menjadi serangan pribadi atau penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan