Korea menutup nomor perorangan badminton Asian Games 2026 sebagai juara umum setelah final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, pada Selasa (29/9/2026). Kepastian itu muncul usai rangkaian lima partai final selesai, dengan Korea mengumpulkan dua emas, sementara China dan Indonesia masing-masing meraih satu emas. Penentu terakhir datang dari tunggal putra ketika Kunlavut Vitidsarn dari Thailand memastikan medali emas sekaligus mengakhiri penantian panjang negaranya.
Langkah Korea menuju posisi teratas sebenarnya sudah terlihat sejak final ganda putri. Pasangan Baek Ha-na/Lee So-hee berhasil menundukkan wakil China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, lewat duel ketat tiga gim. Hasil itu membuat Korea unggul dalam perburuan gelar juara umum, karena mereka sudah memiliki satu emas dan masih berpeluang menambah koleksi melalui nomor tunggal putri.
Di sisi lain, China sempat menjaga asa untuk menyamai capaian Korea. Harapan itu tetap terbuka setelah Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin merebut emas dari nomor ganda campuran. Dengan satu emas di tangan, China masih mengincar kemenangan di ganda putra lewat Liang Wei Keng/Wang Chang. Namun rencana tersebut gagal setelah pasangan Indonesia, Leo Carnando/Daniel Marthin, tampil lebih baik pada partai puncak dan membawa pulang emas untuk Merah Putih.
Kemenangan Leo/Daniel menjadi momen penting bagi Indonesia karena sekaligus menutup peluang China menambah emas. Situasi ini membuat Korea tak lagi terkejar dalam klasemen perolehan emas nomor perorangan. Setelah itu, An Se-young memperkuat dominasi Korea dengan kemenangan atas Akane Yamaguchi dari Jepang di final tunggal putri, sehingga Korea mengunci dua emas dan resmi menjadi negara paling sukses di sektor ini.
Rangkaian final kemudian berakhir dengan laga tunggal putra antara Loh Kean Yew dari Singapura dan Kunlavut. Wakil Thailand itu menang dua gim langsung dan mengamankan emas bagi negaranya. Lebih dari sekadar gelar individu, hasil tersebut membawa arti historis karena Thailand akhirnya kembali merasakan medali emas badminton Asian Games setelah puasa sangat panjang.
Kunlavut menjadi atlet Thailand pertama yang merebut emas dari nomor perorangan badminton di Asian Games. Pencapaian itu juga memutus penantian sejak medali emas terakhir Thailand di cabang ini diraih pada 1966, saat masih dari nomor beregu putra. Artinya, Thailand harus menunggu 60 tahun sebelum kembali naik ke podium tertinggi badminton Asian Games, dan momen itu hadir melalui tunggal putra pada edisi 2026.
Sumber: www.tribunnews.com




