Bali, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan pernyataan mengenai kondisi pulau tersebut saat bertemu dengan Country Director World Bank untuk Indonesia, Carolyn Turk, di Jaya Sabha, Denpasar, pada Jumat (22/5) lalu.
Koster menekankan bahwa infrastruktur menjadi sektor penting yang memengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali. Ia menilai, masalah infrastruktur harus ditangani secara serius dan terencana.
“Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali dan membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” ujar Koster kepada Carolyn Turk.
Menurutnya, isu masa depan Bali sudah dimasukkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang dirancang untuk periode 2025 hingga 2125, jauh sebelum Bank Dunia memberi masukan.
Haluan ini mencakup pembangunan dari berbagai aspek, mulai dari alam, manusia, hingga kebudayaan.
“Haluan ini tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga seluruh unsur kehidupan yang diciptakan Tuhan di bumi,” kata Koster.
Dalam aspek lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong terwujudnya Bali yang bersih dan sehat melalui berbagai kebijakan. Di antaranya adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber.
Langkah-langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga untuk menopang kehidupan generasi mendatang.
Di sektor manusia, Koster menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan udara yang bersih, air yang sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.
“Udara Bali harus bagus. Air bersih dan sehat harus disiapkan. Bali juga harus berdaulat pangan,” ujar Koster.
Dalam bidang energi, Pemprov Bali mendorong kemandirian energi bersih demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan. Koster menegaskan Bali tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan lebih mengutamakan energi bersih.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Bali terus mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di Bali. Selain itu, Pemprov Bali telah menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara.
Koster menambahkan, pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove, serta tanaman endemik Bali guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Menurut Koster, seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali serta menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
“Budaya Bali harus dijaga dan dibangun dengan baik. Ekosistem penunjang kehidupan juga harus disiapkan secara baik dan berkelanjutan,” ucapnya.
Koster secara khusus kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas berbagai masukan yang diberikan Bank Dunia kepada Pemprov Bali.

















