No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Krisis Global yang Memicu Volatilitas Pasar Komoditas

Luna by Luna
14 April 2026 - 11:45
in berita, Ekonomi
0

Krisis global kini menjadi isu utama yang memengaruhi stabilitas pasar komoditas di berbagai belahan dunia. Harga komoditas yang naik tajam lalu anjlok dalam waktu singkat membuat para pelaku industri, investor, hingga pemerintah menghadapi tantangan besar. Dalam konteks ini, volatilitas harga komoditas menjadi indikator penting yang menunjukkan ketidakstabilan ekonomi global.

Perang dan Ketidakstabilan Harga Minyak

Salah satu contoh nyata dari volatilitas harga komoditas adalah harga minyak mentah. Saat ini, harga minyak mentah Brent tercatat sekitar US$65 per barel, jauh di bawah harga ideal yang disebutkan dalam serial drama “Landman”, yaitu US$78 per barel. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan tidak seimbang, serta adanya gangguan dari berbagai faktor eksternal seperti perang dan kebijakan politik.

Riset Bank Dunia menunjukkan bahwa siklus naik-turun harga komoditas kini lebih pendek dan ekstrem dibanding masa lalu. Sebelumnya, siklus boom dan krisis bisa berlangsung selama 90 bulan, namun kini hanya berlangsung sekitar 45 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga semakin sering terjadi, sehingga memperparah ketidakstabilan pasar.

Dinamika Persediaan dan Spekulasi Finansial

Dinamika persediaan juga turut memperparah siklus harga komoditas. Banyak komoditas seperti pertanian sulit disimpan atau mudah rusak, sehingga cadangan yang tipis dapat menyebabkan lonjakan harga besar. Selain itu, spekulasi finansial turut memperkuat sentimen pasar. Permintaan terhadap komoditas sangat terikat pada siklus bisnis global, dan potensi pecahnya perang juga menjadi faktor yang memengaruhi harga.

Dampak bagi Pemerintah dan Ekonomi Negara Berkembang

Krisis global yang memicu volatilitas pasar komoditas memiliki dampak besar bagi pemerintah di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, dua pertiga dari negara berkembang sangat bergantung pada komoditas untuk ekspor, pendapatan fiskal, dan aktivitas ekonomi mereka. Siklus harga yang tidak stabil menjadi tantangan berat bagi pembuat kebijakan di negara-negara tersebut, dan menurunkan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Baca Juga  Bantuan Bandar Lampung Tiba di Sumbar

Di sisi lain, bank sentral di negara maju juga menghadapi tantangan. Secara historis, mereka cenderung mengabaikan pergerakan harga berbasis komoditas dan fokus pada inflasi inti. Namun, jika kini lonjakan harga lebih besar dibanding penurunannya, situasinya menjadi jauh lebih rumit.

Contoh Khusus: Krisis Keuangan Asia 1997-1998

Krisis keuangan Asia 1997-1998 memberikan contoh nyata tentang bagaimana volatilitas pasar komoditas dapat memicu krisis ekonomi yang lebih luas. Di Indonesia, krisis ini tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga pada sistem politik dan keadaan sosial. Depresiasi rupiah yang signifikan dan utang swasta yang besar menjadi bom waktu yang menunggu untuk meledak.

Pemutusan nilai tukar bebas (float freely) pada Agustus 1997 memperburuk situasi secara drastis. Perusahaan-perusahaan di Indonesia berlomba-lomba membeli dolar, sehingga menimbulkan tekanan terhadap rupiah dan memperburuk utang yang dimiliki oleh para perusahaan. Akibatnya, pemerintah harus mencari bantuan keuangan dari IMF.

Lonjakan Harga Komoditas Pangan di Indonesia

Lonjakan harga komoditas pangan pokok di Indonesia, terutama beras, tahun 2024 menjadi cerminan nyata kerentanan sistem pangan kita terhadap krisis iklim. Harga beras yang mencapai rekor tertinggi saat itu bukan insiden tunggal, melainkan bagian tren global yang bakal makin parah seiring terus memanasnya suhu Bumi.

Produksi beras nasional tertekan oleh fenomena El Nino, yang memicu kekeringan parah sejak pertengahan 2023 dan baru berakhir pada pertengahan 2024. Catatan Organisasi Meteorologi Dunia menunjukkan, tahun 2024 menjadi tahun terpanas dalam sejarah, dengan suhu global melampaui 1,5 derajat celsius di atas level pra-industri.

Fenomena Global dan Dampak Iklim Ekstrem

Tidak hanya di wilayah Indonesia, cuaca ekstrem yang menjadi konsekuensi dari perubahan iklim berdampak terhadap gejolak harga pangan di dunia. Laporan Maximilian Kotz dari Barcelona Supercomputing Centre menunjukkan bahwa iklim ekstrem memicu lonjakan harga pangan dan risiko sosial yang lebih luas secara global.

Baca Juga  Pembatasan Truk Sumbu Tiga Hingga 29 Maret 2026

Lonjakan harga pangan baru-baru ini secara global menyoroti ancaman yang berkelanjutan terhadap ketahanan pangan karena perubahan iklim terus mendorong masyarakat menuju kondisi iklim yang semakin ekstrem. Selama kita belum mencapai nol emisi, cuaca ekstrem akan terus memburuk dan berdampak pada hasil panen serta harga pangan di seluruh dunia.

Solusi dan Tantangan untuk Indonesia

Kepala Program Iklim dan Ekosistem Madani Berkelanjutan Yosi Amelia menilai bahwa kebijakan lumbung pangan yang digagas pemerintah bukan merupakan solusi yang tepat. Program pembukaan lahan 20 juta hektar untuk pertanian skala besar yang mengonversi hutan dan sumber pangan lokal justru melemahkan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Yang dibutuhkan Indonesia adalah transformasi fundamental sistem pertaniannya—berbasis diversifikasi pangan dan penguatan komoditas pangan lokal. Berbagai tanaman lokal seperti sagu, sorgum, dan sukun memiliki daya tahan baik terhadap cekaman air dan bisa menjadi solusi krisis pangan global.

Penulis : wafaul

Tags: beritaekonomiglobalkomoditaskrisismemicuvolatilitas
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan
Bisnis

Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan

2 Juni 2026 - 01:57
Ratusan Anak Yatim Gaza Jadi Hafidz di Tengah Serangan Israel
Bisnis

UMKM Lokal Bangkit: Omzet Pedagang Meroket, Peluang Bisnis Makin Cerah

2 Juni 2026 - 01:28
Imbal hasil obligasi AS melonjak, bank sentral global lepas treasury
Ekonomi

Imbal hasil obligasi AS melonjak, bank sentral global lepas treasury

29 Mei 2026 - 19:53
Polytron beri subsidi mandiri motor listrik 2026, harga makin menggoda di tengah ketidakpastian insentif
Bisnis

Polytron beri subsidi mandiri motor listrik 2026, harga makin menggoda di tengah ketidakpastian insentif

29 Mei 2026 - 18:27
Ekonom Bantah The Economist, Indonesia Lebih Baik
Ekonomi

Ekonom Bantah The Economist, Indonesia Lebih Baik

29 Mei 2026 - 17:43
Pemerintah: Rupiah Melemah, Tapi Bukan Krisis 1998
Ekonomi

Pemerintah: Rupiah Melemah, Tapi Bukan Krisis 1998

29 Mei 2026 - 16:16
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan

Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan

2 Juni 2026 - 01:57
Ratusan Anak Yatim Gaza Jadi Hafidz di Tengah Serangan Israel

UMKM Lokal Bangkit: Omzet Pedagang Meroket, Peluang Bisnis Makin Cerah

2 Juni 2026 - 01:28
Turnamen Bergengsi Segera Digelar: Ratusan Peserta Siap Hadapi Pertandingan Sengit

Turnamen Bergengsi Segera Digelar: Ratusan Peserta Siap Hadapi Pertandingan Sengit

2 Juni 2026 - 00:58
Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

Warga Geger: Penemuan Tak Biasa Gemparkan Kawasan Permukiman, Apa Itu?

2 Juni 2026 - 00:29
Viral di Media Sosial: Dugaan Penggelapan Dana Lendir ke Tahap Penyidikan

Viral di Media Sosial: Dugaan Penggelapan Dana Lendir ke Tahap Penyidikan

2 Juni 2026 - 00:00

Pilihan Redaksi

Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan

Tren Belanja Online Meningkat: Peluang Bisnis Digital Makin Cuan

2 Juni 2026 - 01:57
Ratusan Anak Yatim Gaza Jadi Hafidz di Tengah Serangan Israel

UMKM Lokal Bangkit: Omzet Pedagang Meroket, Peluang Bisnis Makin Cerah

2 Juni 2026 - 01:28
Turnamen Bergengsi Segera Digelar: Ratusan Peserta Siap Hadapi Pertandingan Sengit

Turnamen Bergengsi Segera Digelar: Ratusan Peserta Siap Hadapi Pertandingan Sengit

2 Juni 2026 - 00:58
Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

Warga Geger: Penemuan Tak Biasa Gemparkan Kawasan Permukiman, Apa Itu?

2 Juni 2026 - 00:29
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.