Kronologi Satu Keluarga Tewas di Tulang Bawang dan Penembakan Pelaku Saat Dikejar Polisi

Diposting pada

Satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, ditemukan meninggal dunia pada Senin pagi, 5 Oktober 2026. Tiga korban yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak itu ditemukan bersimbah darah di rumah mereka. Polisi kemudian mengungkap bahwa pelaku diduga adalah Ahmad Fathony alias AF (35), adik kandung dari Hasanah, salah satu korban, yang tewas setelah ditembak petugas saat proses penangkapan di Lampung Timur.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh Septian Rachmanda, anak korban. Saat mendatangi rumah keluarga, ia mendapati seluruh pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Septian sempat memanggil para penghuni rumah berulang kali, namun tidak mendapat jawaban. Karena curiga, ia lalu membuka paksa pintu rumah dan mendapati ayah, ibu, serta adiknya sudah tidak bernyawa.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Adri Bhirawasto menjelaskan, setelah pintu berhasil dibuka, Septian melihat ketiga anggota keluarganya tergeletak dengan kondisi berlumuran darah. Ia kemudian memberi tahu keluarga lain dan kejadian itu segera dilaporkan ke Polsek Banjar Agung. Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan jasad para korban tersebar di beberapa titik ruangan rumah.

Dua korban, Hasanah dan putrinya, Devny Kishela Putri, ditemukan di atas kasur dengan luka tusuk akibat benda tajam. Sementara itu, Rachmat ditemukan di kamar pertama, tergeletak di lantai bawah dipan. Pada tubuhnya terdapat luka tusuk di pipi kanan, bagian atas kepala, dan belakang kepala. Polisi dari Polsek Banjar Agung bersama Satreskrim Polres Tulang Bawang kemudian memasang garis polisi di rumah tersebut untuk kepentingan penyelidikan.

Setelah identitas terduga pelaku mengarah ke Ahmad Fathony, polisi melakukan pengejaran. Ia diketahui melarikan diri dengan sepeda motor menuju Lampung Timur usai kejadian. Informasi keberadaan AF kemudian mengarah ke wilayah Purbolinggo, sehingga tim gabungan dari Satreskrim Polres Tulang Bawang, Polres Lampung Timur, dan Direktorat Intelkam Polda Lampung bergerak melakukan penyisiran.

Menurut keterangan polisi, saat ditemukan, AF berupaya kabur dan sempat terjadi kejar-kejaran. Petugas juga sudah memberi tembakan peringatan, tetapi pelaku disebut tetap melawan dengan senjata tajam. Dalam situasi itu, polisi melakukan tindakan tegas terukur hingga AF akhirnya tak tertolong. Ia sempat dibawa ke RSUD Sukadana, namun dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah AF selanjutnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk autopsi. Polisi memastikan bahwa pelaku dan para korban masih memiliki hubungan keluarga dekat, karena AF merupakan adik kandung Hasanah. Kasus ini masih ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap motif pembunuhan satu keluarga tersebut.

Sumber: sumsel.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan