KSP Bahtera Sejahtera XIX: Ekonomi Anggota Naik Lewat Edukasi & Teknologi

Diposting pada

Koperasi Credit Union Bahtera Sejahtera: Raih Pertumbuhan Gemilang di Tahun 2025, Fokus pada Pemberdayaan dan Digitalisasi

Maumere – Di tengah gejolak ekonomi global yang masih terasa dampaknya, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Bahtera Sejahtera justru berhasil mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang Tahun Buku 2025. Pertumbuhan signifikan terlihat pada berbagai lini, mulai dari peningkatan jumlah anggota dan aset, lonjakan Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga tiga kali lipat, hingga penurunan rasio kredit bermasalah.

Capaian membanggakan ini disampaikan dalam forum tertinggi koperasi, Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XIX, yang diselenggarakan di Aula Cherubim Convention Hall, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Forum ini menjadi ajang evaluasi kinerja setahun ke belakang sekaligus menegaskan arah strategis koperasi ke depan.

Menghadapi para anggota, pengurus, serta perwakilan pemerintah daerah, Ketua Pengurus KSP CU Bahtera Sejahtera, Gelfridus Gonde, secara lugas menyebut tahun 2025 sebagai “tahun rahmat” bagi lembaganya. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ini merupakan buah dari kerja keras dan kecerdasan kolektif seluruh elemen koperasi, bukan semata hasil upaya individu.

Hasil Kerja Keras yang Membuahkan Angka Pertumbuhan Signifikan

Per 31 Desember 2025, KSP CU Bahtera Sejahtera telah dihuni oleh total 8.332 anggota. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebanyak 1.284 anggota dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, sebanyak 41,7 persen dari total anggota berada dalam rentang usia produktif, yaitu antara 26 hingga 45 tahun. Struktur demografis anggota yang didominasi usia produktif ini dinilai sebagai modal berharga yang menjamin keberlanjutan dan vitalitas koperasi di masa mendatang.

Dalam aspek pembiayaan, KSP CU Bahtera Sejahtera juga menunjukkan performa yang impresif. Kredit yang beredar tercatat tumbuh sebesar 23,14 persen, melonjak dari Rp 44,8 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp 55,2 miliar pada tahun 2025. Peningkatan penyaluran kredit ini melebihi Rp 10 miliar dalam satu tahun.

Lebih menggembirakan lagi, rasio kredit lalai (Non-Performing Loan/NPL) berhasil ditekan dari 12,89 persen menjadi 9,77 persen. Meskipun angka ini belum sepenuhnya mencapai target ideal di bawah 5 persen, penurunan yang signifikan ini menjadi indikator perbaikan kualitas portofolio pinjaman serta meningkatnya kedisiplinan anggota dalam mengelola dan mengembalikan pinjaman.

Pertumbuhan positif ini juga tercermin pada total aset koperasi yang mengalami kenaikan dari Rp 69,1 miliar menjadi Rp 84,8 miliar. Peningkatan paling mencolok terlihat pada Sisa Hasil Usaha (SHU) yang melonjak tiga kali lipat, dari kisaran Rp 500 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp 1,5 miliar pada tahun 2025.

Pendidikan Anggota: Fondasi Penguatan Ekonomi dan Kehidupan

Namun, Gelfridus Gonde menegaskan bahwa kekuatan sejati KSP CU Bahtera Sejahtera tidak hanya diukur dari angka-angka finansial semata. Ia menyoroti keberhasilan program pendidikan anggota yang menjadi prioritas utama koperasi. Sepanjang tahun 2025, realisasi program pendidikan dasar dan peningkatan kecakapan finansial berhasil mencapai 95 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, program pendidikan kewirausahaan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, mencapai 96 persen dari target. “CU bukan sekadar tempat untuk menyimpan dan meminjam uang. Ini adalah ruang belajar yang berharga untuk menata kehidupan anggota agar menjadi lebih baik,” ujar Gelfridus, menekankan filosofi CU yang lebih luas dari sekadar lembaga keuangan.

Program pendidikan ini dirancang untuk membekali anggota dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial, baik dalam mengelola keuangan pribadi maupun mengembangkan potensi kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan tujuan koperasi untuk memberdayakan ekonomi anggotanya secara berkelanjutan.

Pemberdayaan Komunitas dan Digitalisasi: Pilar Strategi Jangka Panjang

Tema yang diusung dalam RAT ke-XIX, yaitu “Pemberdayaan Komunitas dan Digitalisasi sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Anggota”, secara jelas mencerminkan arah kebijakan dan strategi jangka panjang KSP CU Bahtera Sejahtera.

  • Pemberdayaan Komunitas: Koperasi memandang komunitas sebagai lokus utama pemberdayaan. Melalui berbagai program dan kegiatan, koperasi berupaya memperkuat ikatan antar anggota, mendorong kolaborasi, serta menciptakan ekosistem yang saling mendukung untuk pertumbuhan ekonomi bersama. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.
  • Digitalisasi: Di era digital yang terus berkembang, KSP CU Bahtera Sejahtera menyadari pentingnya transformasi digital. Digitalisasi dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan layanan, serta memberikan kemudahan akses bagi seluruh anggota, terutama yang berada di wilayah terpencil. Implementasi teknologi digital diharapkan mampu menyederhanakan proses transaksi, komunikasi, dan pelaporan, sehingga anggota dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

RAT ke-XIX ini tidak hanya menjadi ajang laporan pertanggungjawaban, tetapi juga momentum krusial untuk konsolidasi internal. Koperasi bertekad untuk menjaga momentum pertumbuhan positif yang telah diraih pada tahun 2025 dan terus berupaya meningkatkannya di tahun-tahun mendatang. Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, KSP CU Bahtera Sejahtera tetap teguh berpegang pada prinsip dasarnya: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota, demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan