JAKARTA – Sebagai seorang pengusaha, seringkali kita berbicara tentang bagaimana meningkatkan nilai bisnis. Namun, mungkin banyak orang tidak benar-benar memahami arti dari nilai tambah tersebut.
Nilai tambah dalam sebuah bisnis bukanlah sekadar menambahkan fitur-fitur mewah atau layanan yang tidak dibutuhkan pelanggan. Bukan juga tentang menjadi yang termurah di pasar. Meningkatkan nilai tambah adalah tentang membuat perbedaan yang nyata dalam kehidupan pelanggan. Terkadang, nilai terpenting justru tersembunyi karena kita tidak memperhatikannya.
Salah satu contoh yang bisa diambil adalah sosok Jeff Bezos, pendiri Amazon. Ia memiliki banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh para pebisnis. Pada awalnya, belanja online hampir tidak ada. Bezos mulai menjual buku di garasinya. Tidak ada yang percaya idenya akan berhasil. Perusahaan itu bahkan tidak menghasilkan laba selama sembilan tahun, dan banyak “pakar” yakin bahwa model bisnis Amazon tidak akan pernah sukses.
Namun, Bezos terus mencoba hal-hal baru. Meskipun beberapa ide gagal total, ide-ide yang berhasil membantunya membangun Amazon menjadi perusahaan besar dengan penjualan lebih dari US$500 miliar.
CEO Corning, Wendell Weeks, salah satu pemasok kaca utama untuk produk Apple, juga mengakui bahwa ia belajar banyak dari Bezos. Menurutnya, kebanyakan orang melihat risiko sebagai sesuatu yang membuat mereka terlihat bodoh. Namun, Bezos memandang segala sesuatu dengan sangat lugas dan berani. Ia mengajarkan bahwa nilai yang kita ciptakan bukanlah dengan meratapi kegagalan, tetapi dengan menggandakan apa yang berhasil.
Apa yang Lebih “Berharga”?
- Waktu yang Tak Tergantikan
Ketika berbicara tentang menciptakan nilai, bukan hanya manfaat nyata seperti harga terjangkau, pilihan luas, dan pengiriman cepat yang diberikan Amazon. Bezos juga berbicara tentang manfaat paling berharga namun tidak terlalu kentara: waktu.
Bagi Bezos, waktu adalah sesuatu yang lebih berharga daripada uang. Ia mengamati semua waktu yang dihemat pelanggan dengan tidak perlu berkeliling ke toko untuk mencari produk yang mereka inginkan.
Dalam data yang dirilis, 28% pembelian di Amazon terjadi dalam 3 menit atau kurang, dan lebih dari setengahnya membutuhkan waktu 15 menit atau kurang. Sementara itu, rata-rata pembeli membutuhkan sekitar satu jam untuk pergi ke toko. Jika pelanggan menghemat dua kali kunjungan ke toko per minggu, Bezos menghitung bahwa mereka bisa menghemat sekitar 75 jam per tahun.
Itu berarti 75 jam bebas yang bisa digunakan untuk hal lain, seperti kencan malam dengan pasangan, menonton anak-anak bermain sepak bola, bekerja lebih giat, atau bertemu teman baik.
Meskipun waktu adalah komoditas yang berharga, Bezos melangkah lebih jauh dengan menghitung seberapa berharganya waktu tersebut dalam dolar dan sen. Nilai tambah Amazon adalah bagaimana pelanggan merasa dihargai karena mereka bisa menghemat waktu. Mereka mungkin tidak melakukan perhitungan terperinci, tetapi mereka tahu mereka tidak perlu menunda pekerjaan, bisa selesai lebih cepat, dan langsung kembali ke rumah, sementara barang yang mereka butuhkan tetap terbeli.
Menghemat waktu bagi pelanggan tidak hanya berlaku untuk Amazon, tapi juga di berbagai bisnis lainnya.
- Nilai Kualitas Hidup
Seperti yang dikatakan Bezos, intinya adalah memberi nilai kepada setiap orang yang berinteraksi dengan Anda. Dalam surat laporan pemegang saham tahunannya, Bezos juga membahas nilai yang diberikan Amazon kepada para pemegang sahamnya.
Dia menulis tentang peningkatan pendapatan, tetapi tidak berhenti di situ. Ia juga menulis tentang nilai tambah yang diterima pemegang saham dalam jangka panjang, yaitu kualitas hidup.
Para pemegang saham mengatakan bahwa mereka bisa menyekolahkan anak-anak ke perguruan tinggi atau menanggung kebutuhan darurat keluarga dari pendapatan selama bertahun-tahun. Mereka juga mengatakan bahwa saham mereka membantu mereka memulai bisnis dan membeli rumah. Beberapa pemegang saham awal bahkan telah menjadi cukup kaya dan mampu memulai badan amal mereka sendiri.
Memang menyenangkan melihat angka nol berderet di rekening bank atau portofolio, tetapi bagaimana uang meningkatkan kualitas hidup bisa jadi lebih penting.




















