JAKARTA—Perusahaan energi dan listrik, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada 9 bulan 2025. Penurunan ini terjadi karena merosotnya kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, MEDC mencatatkan laba bersih sebesar US$85,64 juta atau turun 68,65% dibandingkan dengan US$273,27 juta pada 9 bulan 2024. Di sisi pendapatan, MEDC menerima total pendapatan sebesar US$1,75 miliar pada Januari—September 2025. Angka ini turun tipis 1,45% dibandingkan dengan US$1,78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, MEDC juga mencatatkan EBITDA sebesar US$946 juta, turun 3% dibandingkan dengan US$979 juta pada 9 bulan 2024. Penurunan EBITDA tersebut disebabkan oleh penurunan rata-rata harga minyak dari US$80 per barel menjadi US$68 per barel atau turun 15%. Sementara itu, harga gas rata-rata stabil di US$6,9 per mmbtu.
Menurut Manajemen MEDC, penurunan laba bersih terjadi karena penurunan kontribusi dari AMMN, yang berubah dari laba US$129 juta pada 2024 menjadi rugi US$37 juta pada 2025. Selain itu, penurunan harga minyak dan pengeluaran eksplorasi dry hole juga memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
Roberto Lorato, Chief Executive Officer Medco Energi, menyatakan bahwa meskipun pasar komoditas sedang bergejolak, perusahaan berhasil mencatatkan kinerja yang kuat. Hal ini didukung oleh operasi lapangan dan fasilitas baru.
“Akuisisi terbaru atas kepemilikan di PSC Sakakemang dan TGI semakin memperkuat posisi strategis kami di rantai nilai gas terintegrasi di Sumatera Selatan dan Jawa, memastikan akses terhadap pertumbuhan dan aset bernilai tambah lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Medco telah melakukan akuisisi 45% hak operasi Repsol di PSC Sakakemang dan 80% hak operasi di South Sakakemang PSC di Sumatera Selatan. Selain itu, akuisisi tambahan saham di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) meningkatkan kepemilikan efektif menjadi 40%. TGI bertugas menyalurkan gas alam dari PSC Corridor dan pemasok lainnya di Sumatra Selatan–Jambi ke pembeli di Riau, Batam, dan Singapura.
Dalam perkembangan terbaru, Medco mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$42 juta atau setara dengan sekitar Rp28,3 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, dividen tahun kalender MEDCO menjadi Rp53,3 per saham, naik 18% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, program pembelian kembali saham MEDC yang diluncurkan pada April hingga saat ini telah membeli kembali sekitar 455 juta saham.
“Kepercayaan kami terhadap nilai inti bisnis kami tecermin dari program pembelian kembali saham dan peningkatan pembayaran dividen,” ujar Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro.


















