Madura United Terus Terpuruk: Puasa Kemenangan Berlanjut, Mentalitas Jadi Sorotan
Pamekasan – Laga kandang melawan Arema FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu (21/2/2026) malam, seharusnya menjadi momentum kebangkitan bagi Madura United. Namun, kenyataan pahit kembali menghampiri tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini. Hasil imbang 2-2 melawan tim Singo Edan tersebut justru memperpanjang rentetan hasil minor, membuat puasa kemenangan tim kini mencapai tujuh pertandingan terakhir.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya dan menyoroti satu faktor krusial di balik hasil yang tidak memuaskan ini: hilangnya konsentrasi pemain.
“Kami kembali (dari jeda babak pertama) dengan konsentrasi yang sangat rendah,” ujar Carlos Parreira kepada awak media, termasuk beberapa jurnalis yang hadir di stadion. Pernyataan ini merujuk pada dua gol cepat yang bersarang di gawang Madura United di awal babak kedua, masing-masing dicetak oleh Dalberto pada menit ke-46 dan Vinicius pada menit ke-50.
Situasi ini tentu sangat merugikan. Madura United yang sempat unggul melalui gol Brandao di menit ke-45, terpaksa tertinggal dalam waktu singkat. Meskipun tim menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Mendonca di menit ke-87, hasil imbang ini tetap meninggalkan rasa getir.
“Saya akan menganalisa lagi bagaimana kami bisa kebobolan. Tapi akan sangat tidak adil kalau kami menyalahkan satu orang menjadi penyebab,” tambah Parreira, menunjukkan bahwa masalah ini bersifat kolektif dan membutuhkan evaluasi mendalam.
Statistik Mengecewakan: Dominasi Tanpa Hasil Akhir
Hasil imbang pada pekan ke-22 Liga Super 2025/2026 ini terasa sangat menyakitkan. Dari tujuh pertandingan terakhir, Madura United hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan empat kekalahan. Rangkaian hasil buruk ini membuat posisi tim semakin mendekati zona degradasi.
Saat ini, Madura United menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan mengoleksi 18 poin. Mereka hanya terpaut dua poin dari dua tim yang berada di bawahnya, PSBS Biak dan Persijap Jepara, yang semakin menambah tekanan pada tim.
“Tentu saja kami kecewa dengan hasil imbang, karena kami ingin menang. Dan kami mendapatkan banyak kesempatan untuk mencetak gol,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Ironisnya, data statistik pertandingan melawan Arema FC justru menunjukkan dominasi Madura United dalam berbagai aspek. Penguasaan bola mencapai 59 persen, dan tim melepaskan total 24 tendangan, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Sebagai perbandingan, Arema FC hanya mampu melepaskan 15 tendangan, di mana empat di antaranya juga mengarah ke gawang Madura United. Dalam hal kreasi peluang, Madura United juga unggul dengan menciptakan 12 kesempatan, berbanding 9 yang diciptakan oleh Arema FC.
“Sayangnya kami tidak bisa mencetak gol sebanyak yang kami inginkan. Kami berhak mendapat keberuntungan yang lebih di pertandingan ini,” pungkas Carlos Parreira dengan nada kecewa.
Tantangan Berat di Depan Mata: Menghadapi Pemuncak Klasemen
Ambisi Madura United untuk segera bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya tampaknya akan menghadapi ujian yang sangat berat. Jadwal terdekat akan membawa mereka bertandang ke markas pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung, pada tanggal 26 Februari 2026.
Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur seberapa besar kemampuan Madura United untuk bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki performa mereka di sisa musim. Kehilangan konsentrasi dan efektivitas di lini depan menjadi dua PR besar yang harus segera dipecahkan oleh tim pelatih dan para pemain agar tidak semakin terperosok di papan klasemen.
Analisis Mendalam Performa Madura United:
- Rentetan Tujuh Laga Tanpa Kemenangan:
- Tiga hasil imbang
- Empat kekalahan
- Posisi Klasemen:
- Peringkat 14
- 18 poin
- Dua poin di atas zona degradasi
- Statistik Pertandingan Melawan Arema FC:
- Penguasaan Bola: Madura United 59% – Arema FC 41%
- Jumlah Tendangan: Madura United 24 – Arema FC 15
- Tendangan ke Gawang: Madura United 4 – Arema FC 4
- Peluang Diciptakan: Madura United 12 – Arema FC 9
Melihat data ini, jelas bahwa Madura United memiliki potensi untuk bermain lebih baik. Namun, faktor mentalitas dan eksekusi di momen-momen krusial tampaknya menjadi kendala utama yang perlu segera diatasi jika mereka ingin keluar dari tekanan zona degradasi dan kembali ke jalur kemenangan. Pertandingan melawan Persib Bandung akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan mental Laskar Sape Kerrab.




















