Manchester City tengah berada dalam tekanan besar setelah komisi independen menyatakan klub itu bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League pada tengah pekan ini. Putusan tersebut segera mengguncang sepak bola Inggris karena dapat berpengaruh pada persaingan di papan atas. Klub berjuluk The Citizens itu langsung menyiapkan banding untuk membatalkan keputusan yang mereka nilai mencoreng nama baik tim.
Di tengah polemik itu, kepala eksekutif Manchester City Ferran Soriano menolak tuduhan yang diarahkan kepada klubnya dan menyebutnya sebagai bagian dari teori konspirasi yang dilancarkan pengelola liga. Namun, pihak Premier League tetap melanjutkan langkah hukum dengan alasan menjaga integritas kompetisi. Batas waktu pengajuan banding disebut jatuh pada Jumat mendatang, sehingga sengketa ini diperkirakan masih memanas dalam beberapa hari ke depan.
Kasus Manchester City juga menyedot perhatian karena jenis sanksi yang bisa dijatuhkan sangat luas. Berdasarkan pedoman resmi Premier League, hukuman tidak hanya berupa denda, tetapi juga dapat mencakup larangan transfer, pengurangan poin, sampai pengusiran dari kompetisi. Sejumlah pengamat menilai otoritas liga ingin menuntaskan proses hukum dan menjalankan hukuman sebelum musim berjalan ini berakhir.
Jurnalis senior Kaveh Solhekol menjelaskan bahwa langkah banding tidak bisa dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat. Ia mengatakan, “Manchester City memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan komisi ini dan mereka memiliki waktu hingga Jumat untuk menggunakannya.” Ucapan itu mempertegas bahwa jika sanksi pengurangan poin dijatuhkan, efeknya bisa langsung terasa pada musim kompetisi yang sedang berlangsung.
Skenario terburuk bagi Manchester City adalah pengusiran dari Premier League, tetapi keputusan seperti itu tidak bisa dijalankan secara otomatis. Aturan liga mensyaratkan persetujuan melalui suara dari klub-klub anggota lain, dengan sedikitnya 15 klub harus mendukung langkah tersebut agar sah. Jika benar terjadi, klub asuhan Pep Guardiola itu juga tidak langsung masuk ke divisi kedua, melainkan harus memulai dari League Two sesuai ketentuan internal yang berlaku. Situasi ini diperkirakan memicu penolakan dari banyak klub divisi bawah.
Di luar kemungkinan hukuman olahraga, gelombang tuntutan hukum juga mulai dibahas oleh klub-klub rival. Mereka disebut berkonsultasi dengan sejumlah ahli hukum di Inggris untuk menilai peluang mengajukan gugatan perdata, dengan alasan merasa dirugikan secara sportif maupun finansial selama bertahun-tahun. Kredibilitas Manchester City ikut tertekan setelah dokumen persidangan menyingkap adanya kesaksian palsu dari beberapa saksi di bawah sumpah. Menanggapi temuan itu, Ben Ransom mengatakan, “Temuan panel yang menyatakan bahwa sebagian pembelaan Manchester City tidak jujur telah mengirimkan gelombang kejut yang sangat merusak di dunia sepak bola.” Sementara itu, sponsor utama seperti Lucozade dan Kellogg’s belum memberikan komentar resmi.
Sumber: kumparan.com




