Kabar duka menyelimuti Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Seorang remaja berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai Dusun Sentong, Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, (25/1/2026), saat korban sedang menikmati waktu libur sekolah dengan berenang di sungai bersama dua orang temannya.
Identitas korban diketahui bernama Mohamad Rehan Firdausa Putra, seorang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kraksaan. Rehan merupakan warga Perumahan Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.
Menurut keterangan pihak kepolisian, insiden bermula ketika Rehan dan kedua temannya, Mario Khafsan (16) dan Aska Aldi (14), memutuskan untuk berenang di sungai tersebut. Setelah beberapa saat berenang, mereka bertiga beristirahat dan duduk di atas bebatuan di tepi sungai.
Kronologi Kejadian
Berikut adalah kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi mata:
- Rehan berusaha naik ke atas bebatuan yang berada di tepi sungai.
- Saat berusaha menaiki batu tersebut, Rehan tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Arus sungai pada saat itu sangat deras.
- Kedua teman Rehan berusaha untuk menolongnya.
- Namun, derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Rehan terseret arus dan menghilang dari pandangan.
Upaya Pencarian dan Penemuan Jasad Korban
Menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Gading segera mendatangi lokasi kejadian bersama dengan warga sekitar. Upaya pencarian segera dilakukan dengan menyusuri aliran sungai.
Pencarian berlangsung selama lebih dari dua jam. Akhirnya, pada pukul 13.25 WIB, jasad Rehan berhasil ditemukan.
- Jasad Rehan ditemukan dalam kondisi tersangkut di bebatuan.
- Lokasi penemuan jasad berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi awal korban terjatuh.
- Kondisi sungai saat itu sangat deras, dan kepala korban terhimpit bebatuan.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Aipda Romli, Kanit Reskrim Polsek Gading, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya seorang remaja yang terbawa arus sungai saat mandi bersama teman-temannya. “Anggota piket Polsek Gading menerima pengaduan dari warga, kemudian petugas bersama masyarakat langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai,” ujarnya.
Aipda Romli juga menambahkan bahwa derasnya arus sungai menjadi faktor utama yang menyebabkan Rehan sulit diselamatkan. “Air sungai saat itu sangat deras, korban terhimpit bebatuan di bagian kepala,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras. Penting untuk selalu mengawasi anak-anak dan remaja saat bermain di sekitar sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Imbauan Keselamatan di Sungai
Berikut adalah beberapa imbauan keselamatan yang perlu diperhatikan saat berada di sungai:
Jangan berenang sendirian. Selalu berenang bersama teman atau orang dewasa yang dapat membantu jika terjadi sesuatu.
Perhatikan kondisi arus sungai. Jika arus terlalu deras, jangan berenang.
Hindari bermain di dekat bebatuan yang licin. Bebatuan di tepi sungai seringkali licin dan berbahaya.
Gunakan pelampung. Bagi yang tidak mahir berenang, disarankan untuk menggunakan pelampung atau alat bantu apung lainnya.
Laporkan segera jika melihat seseorang dalam bahaya. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika melihat seseorang kesulitan di sungai.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di lingkungan perairan.




