Kylian Mbappe dan Erling Haaland sama-sama menorehkan pencapaian penting di Liga Champions yang ikut menggeser catatan Lionel Messi. Mbappe menjadi pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di kompetisi elite Eropa itu saat membela Real Madrid dalam kemenangan 4-3 atas AS Roma di Stadio Olimpico, Roma. Di laga tersebut, striker sekaligus kapten timnas Prancis itu berusia 27 tahun 298 hari dan juga ikut mencetak gol pembuka untuk Madrid.
Rekor yang dilampaui Mbappe sebelumnya dipegang Messi, yang juga menjalani laga ke-100 Liga Champions di stadion yang sama. Momen itu terjadi pada matchday pertama fase grup musim 2015–2016 ketika Messi masih memperkuat FC Barcelona. Saat itu, Barcelona hanya bermain imbang 1-1 dan Messi tidak mencetak gol. Situasi Mbappe kali ini berbeda karena ia langsung memberi kontribusi lewat gol dalam pertandingan yang berakhir dramatis dengan tujuh gol.
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai duel tersebut tidak mudah meski skor akhir menunjukkan banyak gol. Ia menyebut timnya harus menghadapi lawan dengan pendekatan permainan yang tidak biasa mereka temui. Menurut Mourinho, kemenangan itu tetap penting karena Real mampu keluar sebagai pemenang dalam laga yang berjalan ketat hingga akhir.
Di partai lain, Haaland juga membuat catatan baru setelah memborong dua gol saat Manchester City menaklukkan Paris Saint-Germain di Stadion Etihad, Manchester. Tambahan dua gol itu membuat jumlah gol Haaland di Liga Champions naik menjadi 61. Pencapaian itu ia raih ketika masih berusia 26 tahun 85 hari, lebih muda dibandingkan usia Messi saat mengoleksi gol ke-60 di ajang yang sama.
Di kubu Manchester City, Enzo Maresca menyambut baik torehan sang striker. Ia menilai rekor tersebut menjadi sinyal positif bagi tim, terutama karena Haaland terus menunjukkan produktivitas tinggi di panggung Eropa. Maresca bahkan menyatakan bahwa performa para pemainnya sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat.
Menariknya, nama Messi juga kembali muncul lewat pencapaian lain di Liga Champions sebelum Mbappe dan Haaland. Gelandang RB Leipzig Braja Gruda lebih dulu mencuri perhatian setelah mencetak satu-satunya gol saat timnya mengalahkan PSV Eindhoven di Red Bull Arena pada Rabu (14/10). Gruda melakukannya dengan sepatu Adidas F50 Messi El Ultimo Tango, salah satu dari 208 pasang yang dibuat di seluruh dunia.
Messi sendiri pernah memakai salah satu sepatu itu pada laga perpisahannya bersama Argentina melawan Benin pada 7/10. Sisanya dibagikan kepada teman, rekan kerja, dan sepuluh talenta muda pilihan dari berbagai negara. Gruda mengaku sepatu tersebut punya arti khusus baginya karena Messi menjadi sosok yang membentuk masa kecilnya, dan ia memilih langsung memakainya ketimbang menyimpannya.




