Dunia hiburan Tanah Air berduka. Kabar duka datang dari industri seni peran dengan berpulangnya aktor senior Epy Kusnandar, Rabu, 3 Desember 2025. Kepergian sang aktor yang dikenal luas melalui perannya sebagai Kang Mus dalam serial “Preman Pensiun” ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta jutaan penggemarnya yang tumbuh bersama karya-karyanya.
Perjalanan Panjang Seorang Epy Kusnandar
Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Memulai karier aktingnya sejak tahun 1996 melalui sinetron “1 Kakak 7 Ponakan”, Epy telah menorehkan jejak panjang di industri hiburan Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari seperempat abad, ia telah membuktikan dedikasinya yang luar biasa melalui berbagai peran di film, FTV, dan sinetron.
Sebelum terjun ke dunia profesional, Epy telah aktif di panggung teater sejak masa SMA. Pendidikan yang ditempuhnya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menjadi fondasi kuat yang membentuk teknik akting dan pemahamannya terhadap seni peran. Berbekal kemampuan akting yang mumpuni, Epy berhasil memukau penonton dengan karakter-karakter yang kuat dan autentik.
Tak hanya dikenal sebagai aktor, Epy Kusnandar juga pernah merambah dunia tarik suara dengan merilis lagu seperti “Bukan Manusia Baja” (2010) dan “Cinta yang Terluka” (2013). Dedikasinya dalam berkarya juga berbuah manis dengan penghargaan, termasuk kategori Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik di Festival Film Indonesia 2012.
Peran Ikonik Kang Mus yang Membekas di Hati
Siapa yang tak mengenal sosok Kang Mus? Peran Epy Kusnandar sebagai bos preman yang bijak sekaligus humoris dalam serial “Preman Pensiun” telah menjadi fenomena tersendiri di kalangan penonton Indonesia. Karakter ini tidak hanya menghibur, tetapi juga seringkali memberikan wejangan kehidupan yang relevan dan mudah dicerna.
Keberhasilan Epy dalam menghidupkan karakter Kang Mus menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dan memberikan sentuhan personal pada setiap peran yang dimainkannya. Kegigihannya dalam membangun karakternya membuatnya dicintai oleh berbagai kalangan usia, dari anak muda hingga orang tua.
Serial “Preman Pensiun” sendiri telah menjadi salah satu tontonan favorit masyarakat Indonesia, sebagian besar berkat kehadiran Epy Kusnandar. Karakternya yang kuat dan dialog-dialog khasnya telah terpatri dalam ingatan penonton, bahkan seringkali menjadi viral di media sosial.
Perjuangan Melawan Sakit: Semangat yang Tak Pernah Padam
Di balik kariernya yang cemerlang, Epy Kusnandar pernah melalui perjuangan berat melawan penyakit. Pada tahun 2010, ia divonis menderita tumor otak yang berbahaya, bahkan diprediksi hanya memiliki waktu hidup empat bulan. Kisah perjuangannya ini diceritakan oleh sang istri, Karina Ranau, yang mendampinginya dengan penuh kesetiaan.
Kondisi Epy saat itu memang sangat mengkhawatirkan. Munculnya gejala seperti muntah-muntah, demam, hingga hilangnya kesadaran saat menyetir menjadi tanda awal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Setelah menjalani pemeriksaan CT scan, barulah tumor di otaknya terdeteksi.
Meski dokter menyarankan operasi, Epy dan Karina memilih pengobatan alternatif. Dengan mengonsumsi obat herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut, keajaiban pun terjadi. Epy Kusnandar berhasil melewati masa kritis dan kembali berkarya selama lebih dari satu dekade setelahnya.
Pengalaman ini tentu menjadi pelajaran berharga baginya. Epy seringkali mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan hidup yang diberikan Tuhan. Ia kerap menghitung hari-hari sisa hidupnya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, berserah diri kepada Sang Pencipta.
Meskipun pada akhirnya Epy Kusnandar harus berpulang di usianya yang ke-61, semangat juang dan ketahanannya patut menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa dengan keyakinan dan dukungan orang terkasih, segala rintangan dapat dihadapi.
Dampak dan Warisan Epy Kusnandar
Kepergian Epy Kusnandar bukan hanya kehilangan besar bagi keluarga dan rekan sesama artis, tetapi juga bagi industri hiburan Indonesia secara keseluruhan. Ia meninggalkan warisan berupa karya-karya yang telah menghibur dan memberikan warna tersendiri bagi perfilman dan pertelevisian Tanah Air.
Perannya sebagai Kang Mus akan selalu dikenang sebagai salah satu karakter ikonik yang berhasil diciptakannya. Lebih dari sekadar aktor kawakan, Epy Kusnandar adalah sosok yang penuh dedikasi, semangat hidup, dan ketekunan. Ia telah membuktikan bahwa meskipun berasal dari latar belakang sederhana, mimpi dan karya bisa mengantarkan seseorang meraih kesuksesan.
Kabar Asia Tenggara mengenai duka atas meninggalnya aktor senior tanah air ini menjadi pengingat akan betapa berharganya setiap individu yang telah berkontribusi dalam membangun dunia hiburan. Selamat jalan, Epy Kusnandar. Terima kasih untuk setiap tawa, cerita, dan peran yang telah hadir mewarnai layar kaca dan layar lebar Indonesia.
Penulis: Erwin













