Pesan Idul Fitri: Iran Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Indonesia di Tengah Ketegangan Global
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tidak hanya merayakan Idul Fitri, tetapi juga memanfaatkan momen penting ini untuk menyampaikan pesan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia. Ucapan selamat Idul Fitri yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia ini secara khusus ditujukan sebagai bentuk terima kasih atas kecaman yang diberikan Indonesia terhadap apa yang disebut Iran sebagai “agresi AS-Israel” ke negaranya.

Araghchi melalui platform media sosial X mengungkapkan rasa syukurnya, “Selamat Hari Raya Idul Fitri. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas,” tulisnya pada Minggu, 22 Maret. Ia juga menyampaikan ucapan serupa kepada Malaysia dan Brunei Darussalam, menunjukkan jangkauan solidaritas yang ia harapkan meluas di kawasan Asia Tenggara.
Sama seperti di Indonesia, Idul Fitri di Iran juga dirayakan pada hari Sabtu, 21 Maret. Momentum hari raya keagamaan ini menjadi kesempatan berharga bagi Araghchi untuk tidak hanya menyampaikan pesan persatuan umat Islam, tetapi juga untuk secara eksplisit mengapresiasi dukungan dan solidaritas internasional yang diterima Iran di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas.
Upaya Diplomasi Iran di Indonesia Pasca Serangan
Situasi geopolitik yang memanas, khususnya terkait dengan serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026, tampaknya mendorong Iran untuk terus menggalang dukungan dari publik Indonesia. Upaya ini terlihat melalui berbagai aktivitas diplomatik yang dilakukan oleh perwakilan Iran di Jakarta.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dilaporkan aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan di Indonesia. Pertemuannya dengan tokoh-tokoh nasional terkemuka seperti Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri, serta pertemuan sebelumnya dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menjadi bukti nyata dari intensitas hubungan diplomatik yang dijalin.
Lebih lanjut, bentuk dukungan konkret juga datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipimpin oleh Jusuf Kalla. PMI dikabarkan akan mengirimkan bantuan obat-obatan ke Iran, sebuah gestur kemanusiaan yang menunjukkan solidaritas lintas batas dalam menghadapi situasi sulit.
Hubungan Bilateral yang Erat dan Peran Strategis Iran
Hubungan bilateral antara Iran dan Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan erat, terjalin sejak tahun 1950. Hubungan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade ini menempatkan Iran sebagai salah satu negara dengan kemitraan bilateral terlama bagi Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Luar Negeri RI, Iran memegang peran strategis sebagai salah satu negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi Delapan Negara (D-8). Dalam forum ini, Indonesia dan Iran bersama negara anggota lainnya aktif menyuarakan berbagai isu penting, termasuk upaya perdamaian untuk Palestina. Keterlibatan Iran dalam D-8 semakin memperkuat posisinya sebagai mitra penting bagi Indonesia dalam forum-forum internasional yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama global.
Solidaritas yang ditunjukkan oleh Indonesia, baik melalui pernyataan sikap diplomatik maupun bantuan kemanusiaan, menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan solidaritas internasional, terutama dalam menghadapi situasi krisis yang dialami oleh negara lain. Ucapan Idul Fitri dari Menlu Iran ini menjadi penanda penting dalam dinamika hubungan bilateral kedua negara, sekaligus menunjukkan bagaimana momen keagamaan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tali persahabatan dan kerja sama internasional.





















