Kesederhanaan yang Memikat: Ayah Lesti Kejora Panen Petai dan Kelola Sawah Luas
Di tengah gemerlap dunia hiburan yang seringkali identik dengan kemewahan, kesederhanaan justru menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini kembali terbukti ketika kesederhanaan Endang Mulyana, ayah kandung dari penyanyi dangdut ternama Lesti Kejora, menjadi sorotan publik. Berbeda dengan beberapa figur publik lain yang kerap menampilkan gaya hidup hedon, Endang Mulyana justru memilih untuk tetap membumi dan menjalani rutinitas yang jauh dari kesan glamor.
Belum lama ini, Endang Mulyana terekam kamera saat tengah memanen petai di kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat. Momen tersebut menunjukkan betapa dekatnya ia dengan kehidupan pedesaan, bahkan ketika ia memiliki seorang anak yang sukses besar di dunia hiburan. Dalam rekaman tersebut, terlihat Endang Mulyana dengan sigap memikul hasil panen petainya menggunakan pikulan bambu di pundaknya. Beban yang dipikulnya bukan hanya sekadar hasil bumi, tetapi juga cerminan dari semangat produktivitas dan kemandirian yang ia miliki.
Sesampainya di depan rumahnya yang terbilang mewah, Endang Mulyana tidak menyimpan hasil panennya untuk diri sendiri. Sebaliknya, ia justru dengan ramah menawarkan petai-petai tersebut untuk dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang menginginkannya. “Sok yang mau ambil,” ujarnya dengan senyum tulus. Tindakan ini sontak menuai pujian dari banyak kalangan, yang melihatnya sebagai sosok ayah yang rendah hati dan tidak memanfaatkan kesuksesan anaknya untuk kepentingan pribadi.
Dalam video yang beredar, kakek dari Abang L ini terlihat membawa tiga ikat petai yang tersusun rapi di pikulannya, sementara sisanya ia bawa dalam tas anyaman yang ditentengnya. Kesederhanaan ini sangat kontras dengan gaya hidup beberapa ayah selebriti lain yang seringkali dikaitkan dengan kemewahan dan pemanfaatan finansial dari anak-anak mereka, seperti yang sering disorot dari Ayah Rojak, ayah dari Ayu Ting Ting, yang dikabarkan menggunakan uang anaknya untuk perawatan pribadi.
Reaksi warganet terhadap kesederhanaan Endang Mulyana pun sangat positif. Berbagai komentar membanjiri kolom media sosial, memuji sikapnya yang jauh berbeda dari “ayah yang salah alamat.” Banyak yang menganggapnya sebagai “ayah yang sesungguhnya,” yang baik hati dan tidak mengandalkan anaknya yang sudah terkenal. Komentar lain menyoroti bagaimana ia telah mengantarkan anaknya meraih puncak kesuksesan, namun ia sendiri tidak terbuai oleh kemewahan, melainkan memilih untuk tetap tinggal di desa dengan kesederhanaan. Sikap produktif di usia senja, bergerak aktif daripada hanya menikmati hasil jerih payah anak, juga menjadi poin penting yang diapresiasi.
Kehidupan di Sawah: Mengelola Lahan Luas dan Menikmati Hasil Bumi
Selain kesederhanaannya dalam memanen petai, Endang Mulyana juga diketahui aktif mengelola lahan sawah luas milik putrinya, Lesti Kejora, yang berlokasi di kampung halaman mereka di Cianjur, Jawa Barat. Lahan sawah yang konon mencapai hektaran ini kini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari Endang Mulyana sebagai seorang petani.
Di tengah kesibukannya mengurus sawah, Endang Mulyana sempat menghadapi tantangan ketika tanaman padi miliknya diserang hama keong. Namun, dengan ketekunan dan kerja keras, keadaan sawah kini telah membaik. Padi-padi tersebut tumbuh subur dan menghijau, memberikan harapan untuk panen yang melimpah. Kabar baik ini ia sampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, @ayah_kejora, dengan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah padinya udh pulih setelah diserang hama keong,” tulisnya.
Keindahan dan ketenangan sawah tersebut pun turut menarik perhatian. Lokasinya yang berada di samping air terjun dengan air jernih, serta dikelilingi oleh lereng bukit yang hijau subur, menciptakan suasana yang sejuk dan damai. Endang Mulyana mengaku betah berlama-lama di sana, menikmati setiap momen di tengah alam. Keberadaan pohon kelapa yang acap kali berbuah lebat di sekitar sawah juga menambah keasrian tempat itu, bahkan ia tak segan mencicipi langsung manisnya air kelapa yang baru dipetik.
Menjelang musim panen, Endang Mulyana semakin rajin memantau sawahnya. Ia memperkirakan panen padi akan tiba dalam kurun waktu tiga hingga lima bulan ke depan. Sambil menunggu masa panen, ia juga aktif melakukan pembersihan dan perawatan di area sawah.
Sebelumnya, penampakan sawah Lesti Kejora di kampung juga pernah dibagikan oleh Endang Mulyana melalui unggahannya di Instagram. Dalam video tersebut, ia terlihat sedang menyemprot padi di pagi hari, menunjukkan kesuburan tanaman yang menghijau. Setelah selesai bertugas di sawah, ia bergegas menuju gubuk untuk bergabung dengan istri dan orang-orang lain yang sedang sibuk menyiapkan makan siang sederhana beralaskan daun pisang.
Aksi Endang Mulyana di sawah ini kembali menuai beragam komentar positif dari warganet. Banyak yang mengungkapkan rasa damai melihat kehidupannya di desa, serta mendoakan kesehatan untuknya dan keluarga. Harapan agar panennya melimpah ruah juga banyak dilontarkan, mengingat Cianjur dikenal sebagai salah satu pemasok beras terbaik di Indonesia. Semangat Ayah Kejora dan kekaguman atas kesuburan padinya pun menjadi bagian dari apresiasi publik atas dedikasi dan kesederhanaannya.












