Mandiri Utama Finance Siapkan Obligasi Rp 1-2 Triliun di Kuartal II 2026
PT Mandiri Utama Finance (MUF) tengah menjajaki peluang untuk menerbitkan surat utang atau obligasi pada tahun ini, dengan target nilai mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga, menyatakan bahwa rencana ini telah masuk dalam agenda perusahaan dan kemungkinan besar akan direalisasikan paling lambat pada kuartal kedua tahun 2026.
“Kami ada rencana juga. Sambil masih melihat peluangnya. Namun, hal itu sudah masuk di agenda kami,” ungkap Dapot saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, 5 Maret 2026.
Keputusan untuk menerbitkan obligasi tidak diambil sembarangan. MUF akan mempertimbangkan berbagai faktor krusial, termasuk tingkat kupon yang ditawarkan. Tingkat kupon ini sangat bergantung pada kondisi pasar obligasi saat penerbitan. Selain itu, kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi pertimbangan utama. MUF akan memastikan bahwa situasi ekonomi yang kondusif menjadi penentu utama sebelum mengambil langkah penerbitan obligasi.
“Situasinya ekonominya mendukung untuk obligasi atau tidak. Kalau mendukung, ya, kami masuk,” tegas Dapot.
Kepercayaan diri MUF dalam rencana penerbitan obligasi ini turut didukung oleh pemberian peringkat kredit yang memuaskan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). MUF berhasil meraih peringkat AAA, yang menjadi salah satu persiapan penting untuk dapat masuk ke pasar obligasi. Peringkat AAA ini mengindikasikan bahwa MUF memiliki kemampuan finansial yang sangat kuat dan berisiko rendah dalam memenuhi kewajibannya.
Jika rencana ini terealisasi, maka ini akan menjadi kali pertama bagi MUF menerbitkan obligasi. Langkah ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk terus berkembang dan memperluas sumber pendanaannya.
Proyeksi Industri Multifinance Terus Aktif di Pasar Obligasi
Proyeksi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menempatkan industri multifinance sebagai salah satu sektor yang paling aktif dalam penerbitan surat utang atau obligasi pada tahun 2026. Analis Pefindo, Ahmad Nasrudin, menjelaskan bahwa tren ini didorong oleh kebutuhan pendanaan yang kuat seiring dengan prospek ekonomi yang diperkirakan akan terus positif.
“Proyeksi itu juga didukung oleh mandat pemeringkatan yang telah diterima Pefindo per 31 Desember 2025, terdapat rencana penerbitan dari 3 perusahaan multifinance dengan total nilai Rp 4 triliun,” papar Ahmad.
Lebih lanjut, Ahmad berpendapat bahwa sektor multifinance secara konsisten akan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk menjaga likuiditas. Likuiditas yang terjaga sangat penting untuk mendukung kelancaran penyaluran kredit kepada masyarakat. Selain itu, kebutuhan pendanaan lainnya datang dari upaya refinancing, yaitu proses penggantian pinjaman lama dengan pinjaman baru yang mungkin menawarkan persyaratan yang lebih menguntungkan.
Peran Penting Obligasi bagi Perusahaan Multifinance:
- Sumber Pendanaan Alternatif: Obligasi menyediakan alternatif sumber pendanaan selain pinjaman bank, yang dapat membantu perusahaan mendiversifikasi basis pendanaannya.
- Memenuhi Kebutuhan Ekspansi: Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi dapat digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis, seperti peningkatan plafon kredit, pengembangan produk baru, atau pembukaan cabang baru.
- Menjaga Likuiditas: Penerbitan obligasi membantu perusahaan menjaga kecukupan likuiditas untuk memenuhi kewajiban operasional dan finansial jangka pendek maupun panjang.
- Memperkuat Struktur Modal: Dengan menerbitkan obligasi, perusahaan dapat memperkuat struktur permodalan mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mitra bisnis.
- Optimalisasi Biaya Pendanaan: Dalam kondisi pasar yang tepat, penerbitan obligasi dapat menawarkan biaya pendanaan yang lebih kompetitif dibandingkan dengan instrumen pendanaan lainnya.
Industri multifinance memang memiliki karakteristik yang membutuhkan pasokan dana yang stabil dan memadai untuk menjalankan roda bisnisnya. Penyaluran pembiayaan untuk berbagai segmen, mulai dari kendaraan bermotor hingga alat berat dan multiguna, membutuhkan injeksi modal yang berkelanjutan. Dengan demikian, pasar obligasi menjadi salah satu jalur yang strategis bagi perusahaan-perusahaan di sektor ini untuk meraih pendanaan yang dibutuhkan.
Peringkat kredit yang baik, seperti yang diraih oleh MUF, menjadi kunci utama dalam menarik minat investor. Peringkat AAA dari Pefindo memberikan sinyal positif mengenai kesehatan finansial dan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan dana pokok beserta kupon kepada investor pada saat jatuh tempo. Hal ini akan mempermudah MUF dalam menetapkan tingkat kupon yang kompetitif namun tetap menguntungkan bagi perusahaan.
Dengan rencana penerbitan obligasi ini, MUF menunjukkan kesiapannya untuk memanfaatkan momentum pasar dan memperkuat posisinya di industri pembiayaan. Keberhasilan penerbitan obligasi ini juga akan menjadi indikator penting bagi kinerja dan prospek perusahaan di masa mendatang.




















