Enam tahun setelah Glenn Fredly meninggal dunia, Mutia Ayu mengatakan dirinya sudah sampai pada tahap ikhlas menerima kepergian sang suami. Dalam keterangan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (2/9), ia menyebut kini tidak lagi larut dalam kesedihan dan memilih memusatkan perhatian pada putri semata wayangnya, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo. Bagi Mutia, hidup yang dijalani sekarang adalah tentang menerima takdir, menjaga semangat, dan memastikan kebutuhan dirinya serta anaknya tetap terpenuhi.
Mutia menuturkan bahwa proses menerima kehilangan tidak datang seketika. Jika dulu perasaan sedih masih sering muncul, kini ia mengaku lebih tenang. Ia memilih menjalani hari-hari dengan sikap bersyukur meski statusnya sebagai orang tua tunggal membuat perjalanan membesarkan anak tidak selalu mudah. Menurutnya, dinamika yang naik turun adalah bagian dari kehidupan yang harus dijalani, bukan dihindari.
Di tengah kesibukannya membesarkan Gewa, Mutia juga tak menampik bahwa rasa rindu pada Glenn masih ada. Ia menegaskan, wajar jika kenangan itu tetap hadir karena Glenn bukan hanya pasangan hidupnya, tetapi juga ayah dari anak mereka. Meski waktu terus berjalan, perasaan kehilangan tidak sepenuhnya hilang, hanya berubah menjadi bentuk ingatan yang lebih tenang.
Soal kemungkinan membuka lembaran baru, Mutia tidak menutup diri. Ia mengatakan pintu hatinya selalu terbuka, tetapi hingga kini belum menemukan sosok yang dirasa cocok. Namun, prioritas utamanya saat ini tetap Gewa. Ia memilih menempatkan putrinya sebagai fokus utama sebelum memikirkan hubungan baru atau langkah pribadi lainnya.
Glenn Fredly dan Mutia Ayu menikah pada 19 Agustus 2019. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo, yang lahir pada 28 Februari 2020. Tak lama setelah itu, pada 8 April 2020, Glenn meninggal dunia dalam usia 44 tahun. Kepergian musisi yang dikenal luas itu meninggalkan duka bagi keluarga dan para penggemarnya.
Dalam perjalanan setelah kehilangan tersebut, Mutia tampak memilih jalur yang lebih tenang: menerima, bersyukur, lalu melanjutkan hidup sambil membesarkan anak. Sikap itu menjadi cara dirinya menjaga keseimbangan di tengah peran sebagai ibu tunggal. Meski masa lalu tetap menyisakan kenangan, ia menegaskan bahwa saat ini yang paling penting adalah terus melangkah bersama Gewa.
Sumber: www.jpnn.com




