Peningkatan Pengamanan di Nabire Menghadapi Aksi Demonstrasi
Peningkatan pengamanan telah dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri di sejumlah titik strategis di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Hal ini dilakukan guna mengawal aksi demonstrasi yang digelar oleh kelompok Front Rakyat Bersatu. Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait konflik berdarah di Kabupaten Dogiyai serta menolak aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Situasi di Titik-Titik Strategis
Situasi di sejumlah titik strategis di Nabire terpantau stabil pada hari Selasa pagi (7/4/2026). Aparat keamanan sudah bersiaga penuh untuk memastikan ketertiban umum dan melindungi hak warga dalam menyampaikan pendapat. Pantauan menunjukkan bahwa pergerakan massa dan penjagaan aparat mulai terlihat sejak pukul 08.30 WIT di beberapa lokasi seperti kawasan Siriwini, depan jalan masuk KPR yang berdekatan dengan RSUD Nabire.
Di lokasi tersebut, sekitar 20 warga sipil telah berkumpul sambil menyampaikan aspirasi mereka. Sementara itu, di sekitar area Pasar Karang Tumaritis, puluhan massa juga telah ramai melakukan orasi secara bergantian. Meski suasana cukup riuh, aksi masih terpantau berjalan di bawah pengawasan ketat.
Di sekitar wilayah Pertigaan Jepara maupun depan Kampus Wilayah Uswin, personel gabungan TNI-Polri juga telah ditempatkan di titik-titik ini. Namun, hingga saat ini belum terlihat ada massa yang berkumpul di lokasi tersebut.
Aktivitas Masyarakat Lancar
Meskipun situasi sedang memanas, aktivitas masyarakat dan ekonomi di sejumlah titik tetap terpantau lancar. Kendaraan roda dua maupun empat terlihat berjalan tanpa hambatan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada aksi demonstrasi, kondisi kota masih relatif aman dan normal.
Penjelasan dari Kapolres Nabire
Sebelumnya, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengungkapkan bahwa otoritas keamanan telah mengerahkan total 785 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol-PP untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum. Langkah ini dilakukan agar hak warga dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, tanpa mengganggu aktivitas publik lainnya atau merusak fasilitas umum.
Perkembangan Terkini
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pergerakan massa dalam jumlah besar. Jurnalis masih berada di Pasar Karang Tumaritis sebagai pusat titik masa untuk memantau seluruh aktivitas penyampaian aspirasi.



















