No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Nasib Kaca 2026: Daya Beli & Gas Mahal Mengancam

Erwin by Erwin
15 Januari 2026 - 21:54
in Ekonomi
0

Industri Kaca Indonesia Menyongsong 2026: Peluang, Tantangan, dan Proyeksi Kinerja

Para pelaku usaha di sektor industri kaca di Indonesia tengah berupaya keras untuk meningkatkan utilisasi dan penjualan pada tahun 2026. Sederet peluang dan tantangan diprediksi akan mewarnai perjalanan industri ini di tahun mendatang.

Dominasi Pasar Domestik dan Harapan Pertumbuhan

Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI), Henry T. Susanto, menegaskan bahwa pasar domestik tetap menjadi tulang punggung utama bagi industri gelas kaca nasional. APGI sangat berharap tingkat konsumsi masyarakat dan daya beli dapat mengalami perbaikan signifikan, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,4%.

Lebih lanjut, APGI juga menaruh harapan besar agar sektor industri manufaktur secara keseluruhan mampu mempertahankan tren positif dan tetap berada dalam zona ekspansi. Hal ini tercermin dari harapan agar Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur dapat terus bergerak di atas angka 50.

“Kami optimis industri gelas dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi penjualan maupun utilisasi. Kami sangat bergantung pada pasar domestik untuk menopang pertumbuhan ini,” ujar Henry.

Data dari APGI menunjukkan bahwa sekitar 80% dari total produksi gelas kaca yang dihasilkan oleh anggotanya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sementara itu, kontribusi dari pasar ekspor, yang umumnya menyasar negara-negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Eropa, hanya berkisar 20%.

Tantangan Ekspor di Tengah Geopolitik yang Bergejolak

Henry memprediksi bahwa ekspansi di pasar ekspor akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada tahun 2026. Dinamika geopolitik global yang tidak stabil dan eskalasi konflik yang cenderung meningkat di awal tahun menjadi faktor utama kekhawatiran tersebut. Oleh karena itu, perbaikan ekonomi domestik dan peningkatan daya beli masyarakat menjadi krusial untuk menopang permintaan dari pasar lokal.

Baca Juga  Daftar 2 jenis bansos yang akan segera cair di bulan ini

“Ekspor sejatinya merupakan pasar tambahan yang berpotensi memberikan margin keuntungan yang lebih baik. Namun, kami sangat membutuhkan perbaikan pada pasar lokal, terutama dalam hal pertumbuhan daya beli, untuk mengimbangi ketidakpastian di pasar internasional,” jelas Henry.

Segmen Pasar yang Digerakkan oleh Konsumsi dan Kebutuhan Bisnis

Industri gelas kaca melayani berbagai segmen pasar yang vital. Salah satu pasar utamanya adalah industri kemasan produk minuman, meliputi sirup, kecap, minuman kesehatan, teh, hingga minuman beralkohol.

Selain itu, segmen tableware atau peralatan rumah tangga juga menjadi pilar penting. Pasar ini mencakup hubungan business-to-business (B2B) dengan hotel, restoran, dan kafe (horeca), serta memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga secara langsung.

Momentum Peak Season dan Peningkatan Pesanan

Periode puncak konsumsi masyarakat, yang dikenal sebagai peak season, seperti momen Natal dan Tahun Baru, serta Ramadan dan Idul Fitri, merupakan saat-saat krusial yang mampu mendongkrak kinerja industri gelas kaca. Henry mencatat bahwa pada tahun 2026, periode peak season ini akan berdekatan, yaitu di akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026.

Peningkatan pesanan untuk memenuhi kebutuhan pada momen-momen tersebut sudah mulai terasa dalam beberapa bulan terakhir. Tingkat pertumbuhan pesanan ini bervariasi tergantung pada jenis produk, dengan beberapa segmen bahkan mengalami kenaikan hingga 20%.

Kendala Klasik dan Potensi Kenaikan Biaya Logistik

Meskipun ada harapan pertumbuhan, proyeksi kinerja industri kaca pada tahun 2026 dinilai cukup moderat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk dinamika ekonomi dan geopolitik yang telah disebutkan sebelumnya. Selain isu daya beli, Henry juga menyoroti potensi kenaikan biaya operasional, khususnya biaya pengiriman atau logistik, yang dipicu oleh ketidakpastian global.

Namun, kendala yang paling mendasar dan terus menghantui industri kaca adalah masalah pasokan dan harga gas industri.

Baca Juga  Harga Pir per Kg Januari 2026: Impor & Ekspor

“Masalah utama yang dihadapi anggota kami adalah tingginya harga gas industri di luar kuota yang telah ditetapkan. Kami sangat berharap industri tidak dipaksa untuk membayar harga regasifikasi gas yang sangat mahal, karena hal tersebut akan membuat produk gelas kami menjadi tidak kompetitif di pasar,” tegas Henry.

Kendala pasokan dan harga gas ini secara langsung memengaruhi tingkat utilisasi produksi. Henry memproyeksikan bahwa utilisasi industri gelas kaca pada tahun 2026 hanya akan mencapai sekitar 60%.

Industri Kaca Lembaran Menghadapi Overcapacity

Kendala yang serupa terkait harga gas juga menjadi sorotan utama bagi Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP). Yustinus Gunawan, Ketua Umum AKLP, mengungkapkan bahwa masalah gas ini semakin memperumit situasi industri kaca lembaran dan pengaman yang saat ini tengah berjuang melawan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity).

Yustinus menjelaskan bahwa kapasitas produksi industri kaca lembaran secara keseluruhan mencapai 2,6 juta ton per tahun. Namun, pasar domestik saat ini hanya mampu menyerap sekitar sepertiga dari total kapasitas tersebut, atau setara dengan 800.000 ton. Akibatnya, para pelaku industri kaca lembaran terpaksa harus lebih agresif dalam menjajaki pasar ekspor untuk meningkatkan penjualan.

Untuk dapat bersaing dengan produk-produk dari negara lain, pelaku industri kaca lembaran sangat membutuhkan harga gas yang kompetitif. Yustinus berharap agar regulasi mengenai Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dapat segera terealisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tantangan terbesar yang masih kami hadapi adalah tingginya harga gas bumi, karena realisasi pasokan HGBT masih sangat rendah,” pungkas Yustinus.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35
Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

18 April 2026 - 23:59

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.