Nelayan Bitung Terjebak di Laut, Panggil Polisi untuk Pertolongan
BITUNG – Sebuah insiden tak terduga dialami oleh seorang nelayan bernama Jendly Manopode (30) di perairan Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Selasa, Juni 2026. Saat sedang berlayar menggunakan perahu sema-sema untuk mencari ikan, mesin perahunya tiba-tiba mati. Dalam situasi yang membuatnya tidak bisa melanjutkan perjalanan maupun kembali ke darat, Jendly Manopode nekat memanggil polisi yang kebetulan sedang berpatroli di laut.
Keberuntungan berpihak pada Jendly, karena pada saat yang bersamaan, kapal patroli dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara tengah melakukan patroli rutin di sekitar perairan tersebut. Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat, termasuk di wilayah pesisir dan laut, sangatlah krusial.
Kronologi Kejadian
Jendly Manopode, seorang warga kompleks SMPN 12, Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, menceritakan bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju lokasi pencarian ikan ketika insiden mesin mati itu terjadi. Lokasi kejadian berada di sekitar perairan Lembeh dan Batu Angus, Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.
“Mesin perahu mati seketika saat sedang melaut. Akibatnya, saya tidak bisa melanjutkan pelayaran untuk mencari ikan maupun kembali ke daratan,” ungkap Jendly Manopode saat memberikan keterangan kepada personel Ditpolairud Polda Sulut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) di Aertembaga, Bitung.
Dalam kondisi terombang-ambing di laut tanpa daya, Jendly segera mengambil tindakan dengan memanggil bantuan dari kapal patroli Ditpolairud Polda Sulut yang melintas. Panggilannya disambut baik oleh petugas.
Evakuasi Cepat oleh Ditpolairud
Kapal Patroli (KP) XV-102 yang sedang berpatroli, dikomandani oleh Aipda Reygland Gandaria bersama awak kapal Brigpol Ahmad Hasan, segera merespons panggilan darurat tersebut.
“Kami sedang berpatroli ketika melihat seorang nelayan menggunakan perahu sema-sema terapung di laut. Nelayan tersebut kemudian memanggil kami yang sedang berpapasan cukup dekat. Petugas dengan sigap segera memberikan bantuan kepada nelayan tersebut,” jelas Aipda Reygland Gandaria.
Tanpa membuang waktu, perahu sema-sema milik Jendly Manopode beserta nelayan tersebut dievakuasi. KP XV-102 menarik perahu tersebut hingga tiba dengan selamat di TPI PPS Aertembaga Bitung.
Komitmen Pelayanan dan Keamanan Laut
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas MH, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan jajarannya merupakan bentuk nyata dari pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat pesisir dan para nelayan.
“Apa yang dilakukan oleh personel kami di lapangan adalah wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik dan menunjukkan kepedulian kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan Sulawesi Utara, terutama bagi mereka yang mengalami kendala saat sedang beraktivitas,” ujar Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas MH.
Ia menambahkan bahwa Ditpolairud Polda Sulut akan terus berupaya menjaga dan mewujudkan keselamatan serta keamanan di wilayah perairan.
“Kami terus berkomitmen untuk mewujudkan keselamatan serta keamanan di laut. Hal ini penting agar seluruh aktivitas masyarakat di laut dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan yang berarti,” tegas Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas MH.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran aparat penegak hukum di berbagai lini, termasuk di tengah lautan, untuk memberikan rasa aman dan bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemampuan nelayan untuk segera melaporkan kendala dan kesigapan petugas Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan pertolongan menjadi contoh kolaborasi yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan.













