Nelayan Sinjai Sulsel Diajarkan Teknologi Fish Finder dan GPS

Diposting pada

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tongke-Tongke

Nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dilengkapi dengan teknologi modern untuk meningkatkan hasil tangkapan dan keselamatan melaut. Salah satu alat yang diperkenalkan adalah fish finder dan GPS, yang dinilai mampu mendukung efektivitas penangkapan ikan serta memperkuat keamanan saat berlayar.

Desa Tongke-Tongke terletak di pesisir Teluk Bone, memiliki kawasan pantai yang menjadi salah satu sentra perikanan penting di daerah tersebut. Jarak desa ini ke Kota Makassar sekitar 220–230 km dan dapat ditempuh melalui jalur darat dengan estimasi perjalanan 5–6 jam.

Teknologi Fish Finder dan GPS dalam Penangkapan Ikan

Fish finder adalah perangkat elektronik yang menggunakan teknologi sonar untuk mendeteksi keberadaan ikan di bawah air. Alat ini memancarkan gelombang suara yang memantul kembali saat mengenai objek, sehingga nelayan dapat melihat posisi, kedalaman, dan ukuran gerombolan ikan secara real-time di layar monitor. Dengan penggunaan fish finder, nelayan bisa lebih efisien dalam mencari lokasi ikan dan mengurangi risiko kehilangan waktu dalam pencarian.

Selain itu, GPS juga memberikan manfaat besar dalam navigasi dan keselamatan nelayan. Dengan GPS, nelayan dapat mengetahui posisi mereka secara akurat, meminimalkan risiko tersesat, serta mempercepat proses pengiriman hasil tangkapan ke pasar.

Pelatihan dan Pemberdayaan Nelayan

Kegiatan peningkatan kapasitas sektor perikanan di KNMP Desa Tongke-Tongke tidak hanya berupa pemanfaatan teknologi, tetapi juga melibatkan pelatihan dan pemberdayaan nelayan. Nelayan di sana mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) perbengkelan, kewirausahaan, serta sosialisasi literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha dan menghadapi tantangan pasar.

Agenda kunjungan tim Setkab dilanjutkan dengan pelepasan pengiriman komoditas tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur distribusi Makassar–Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan distribusi domestik keempat yang dilakukan KNMP Tongke-Tongke sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar hasil perikanan Kabupaten Sinjai.

Peran Pemerintah dalam Pengembangan KNMP

Bupati Sinjai diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Burhanuddin, menyatakan bahwa pengembangan KNMP membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi yang baik membuat manfaat KNMP dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat pesisir.

“Sinergi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus memacu produktivitas Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tongke-Tongke agar menjadi role model kampung nelayan yang maju, mandiri, dan sejahtera di Indonesia,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyebut dukungan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing sektor perikanan. “Harapannya ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” tambahnya.

Komisi IV Minta KNMP Dimaksimalkan

Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, meminta seluruh kepala daerah termasuk gubernur agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas KNMP yang saat ini sedang digencarkan pembangunannya di pesisir Indonesia. “Infrastruktur dan program yang telah dibangun harus dijaga, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara sungguh-sungguh agar tidak berhenti sebagai simbol pembangunan semata,” kata Titiek dalam Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Titiek berharap melalui program KNMP ini upaya mendorong Indonesia meraih swasembada pangan bisa tercapai melalui aktivitas pelelangan ikan. “Benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang menggerakkan produksi, pengolahan, pemasaran, penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan,” ujarnya.

Pembangunan 65 KNMP Tahap Pertama

Hingga April 2026, KKP telah merampungkan pembangunan 65 KNMP tahap pertama. KKP juga telah menyiapkan tim satuan tugas untuk mengawal operasional program prioritas pemerintah tersebut. “Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP Tahap 1 pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP tahap I dan II, Trian Yunanda, 2 Mei 2026.

Tujuan program KNMP di antaranya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, implementasi ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan baru, penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan