No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Novel Baswedan: Air Keras Andrie Yunus Bukan Sekadar Penganiayaan, Tapi Upaya Pembunuhan

Rizki by Rizki
17 Maret 2026 - 18:41
in Berita Utama
0

Serangan Air Keras Terhadap Aktivis HAM: Motif Pembunuhan dan Perencanaan Matang Diduga Dibalik Aksi Biadab

Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, telah memicu keprihatinan mendalam dan diskusi publik yang luas. Serangan brutal ini dinilai bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan sebuah kejahatan serius yang diduga kuat telah direncanakan dengan matang dan berpotensi menghilangkan nyawa korban.

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menjadi salah satu tokoh yang angkat bicara mengenai insiden ini. Dengan pengalaman pribadi yang pernah menjadi korban serangan serupa, Novel memberikan pandangannya yang tajam mengenai motif dan modus operandi pelaku.

Potensi Niat Membunuh dan Cacat Permanen

Novel Baswedan dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memiliki niat untuk membunuh. Ia mendasarkan penilaian ini pada fakta bahwa pelaku secara spesifik menargetkan area wajah korban.

“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” jelas Novel dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Novel juga menekankan bahwa terlepas dari niat membunuh, para pelaku setidaknya memiliki keinginan untuk menyebabkan cacat permanen pada korban. “Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen. Begitu jahatnya pelaku ini,” tegasnya, menggambarkan betapa mengerikannya kejahatan ini.

Pengalaman Pribadi Novel Baswedan: Luka yang Mendalam

Pernyataan Novel Baswedan memiliki bobot dan relevansi yang signifikan mengingat dirinya sendiri pernah mengalami serangan penyiraman air keras. Pada tahun 2017, Novel menjadi korban serangan oleh orang tak dikenal seusai menunaikan salat Subuh di dekat kediamannya.

Baca Juga  Persebaya Incar Bintang Piala Dunia: Goodwin Jadi Komoditas Panas

Akibat serangan brutal tersebut, Novel mengalami kerusakan penglihatan yang parah, bahkan hingga menyebabkan kebutaan pada mata kirinya. Pengalaman traumatis ini memberinya pemahaman mendalam mengenai dampak fisik dan psikologis yang menghancurkan dari serangan menggunakan cairan berbahaya semacam air keras.

Analisis Rekaman CCTV: Bukti Perencanaan dan Organisasi

Novel Baswedan mengungkapkan bahwa ia telah meninjau rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam detik-detik terjadinya serangan terhadap Andrie Yunus. Berdasarkan analisis rekaman tersebut, Novel semakin yakin bahwa aksi ini bukanlah tindakan spontan, melainkan sebuah operasi yang terorganisir dan telah direncanakan sebelumnya.

“Saya yakin pelakunya terorganisir. Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak, terorganisir! Ada simbol-simbol yang dia lakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir,” ujar Novel. Ia melihat pola serangan yang terekam jelas menunjukkan adanya persiapan dan koordinasi di antara pelaku.

“Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali,” tambahnya, menyuarakan kekecewaan dan kemarahan atas kebiadaban pelaku.

Desakan untuk Pengusutan Tuntas dan Perhatian Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Novel Baswedan mendesak aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan tuntas terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Ia menegaskan bahwa kasus ini memiliki dimensi yang lebih besar daripada sekadar kejahatan kriminal biasa, mengingat korban adalah seorang aktivis HAM yang berdedikasi.

Novel juga secara eksplisit meminta perhatian khusus dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap kasus ini. “Ini bukan masalah yang sekadar kejahatan biasa, ini kejahatan yang sangat luar biasa. Pengusutannya harus kita dorong, kita awasi sama-sama dan kita desak agar diusut dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh,” tegasnya, menekankan pentingnya penanganan serius dan adil.

Baca Juga  Lebaran 2026: Muhammadiyah vs Pemerintah

Kronologi Kejadian: Serangan Mendadak di Malam Hari

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa insiden penyiraman air keras berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Ketika Andrie melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor, yang diduga merupakan jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021, mendekatinya dari arah berlawanan. Deskripsi pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi menunjukkan beberapa ciri:

  • Pengendara Motor: Mengenakan kaus kombinasi warna putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
  • Pelaku yang Duduk di Belakang: Menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia juga mengenakan kaus biru tua serta celana panjang biru yang digulung hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

Dalam hitungan detik, salah satu pelaku dengan cepat menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus. Akibat serangan yang mendadak dan brutal ini, Andrie mengalami luka bakar yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Upaya terus dilakukan untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik serangan keji terhadap seorang aktivis HAM ini. Penyelidikan yang komprehensif dan transparan diharapkan dapat segera memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Berita Utama

PLN, Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Listrik Anda

26 Mei 2026 - 19:32
Akademisi UIN RIL: Kepuasan Publik Operasi Ketupat Krakatau 2026 Mencapai 98,2 Persen
Berita Utama

Akademisi UIN RIL: Kepuasan Publik Operasi Ketupat Krakatau 2026 Mencapai 98,2 Persen

26 Mei 2026 - 07:43
Kisah petugas PLN jaga terang tanpa henti untuk kunjungan wapres dan hilirisasi garam
Berita Utama

Kisah petugas PLN jaga terang tanpa henti untuk kunjungan wapres dan hilirisasi garam

26 Mei 2026 - 05:18
Bacaan Liturgi Selasa 26 Mei 2026, Pekan Biasa VIII Paskah A
Berita Utama

Bacaan Liturgi Selasa 26 Mei 2026, Pekan Biasa VIII Paskah A

26 Mei 2026 - 04:06
Briptu Alim Dihukum Rp 400 Juta Usai Mangkir dari Pernikahan
Berita Utama

Briptu Alim Dihukum Rp 400 Juta Usai Mangkir dari Pernikahan

26 Mei 2026 - 03:08
Erika Carlina Pilih Lupakan Kritik, Kini Fokus Bahagiakan Anaknya
Berita Utama

Erika Carlina Pilih Lupakan Kritik, Kini Fokus Bahagiakan Anaknya

26 Mei 2026 - 02:24
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54

PLN, Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Listrik Anda

26 Mei 2026 - 19:32
AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

26 Mei 2026 - 19:17
Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

26 Mei 2026 - 19:03
Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

26 Mei 2026 - 18:48
Cara Pastikan Lolos Liga Champions Setelah Kalahkan Cremonese 4-1

Cara Pastikan Lolos Liga Champions Setelah Kalahkan Cremonese 4-1

26 Mei 2026 - 18:05

Pilihan Redaksi

PLN, Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Listrik Anda

26 Mei 2026 - 19:32
AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

AHM Luncurkan Pusat Servis TEFA Pertama di Riau, Siswa SMKN 3 Mandau Siap Masuk Industri Otomotif

26 Mei 2026 - 19:17
Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

Cegah 48 Ribu Pegawai Demo, Samsung Beri Bonus Rp370 Triliun dan Kenaikan Gaji

26 Mei 2026 - 19:03
Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

Pidato Panas, Prabowo Pikirkan Produksi Bensin dari Minyak Sawit

26 Mei 2026 - 18:48
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.