JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 71 rencana penawaran umum yang diajukan oleh korporasi dengan nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun hingga April 2026. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa hingga April 2026, total penggalangan dana oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp56,35 triliun.
Penggalangan dana tersebut terdiri dari berbagai jenis penawaran, yaitu:
1 IPO (Initial Public Offering)
1 Penawaran Umum Terbatas (PUT)
6 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS)
44 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS
Hasan menyatakan bahwa pasar modal domestik tetap memainkan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi. Hingga April 2026, nilai penggalangan dana oleh korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp56,35 triliun.
Selain itu, Hasan juga mengungkapkan bahwa hingga April 2026, masih terdapat sedikitnya 71 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, realisasi ini menunjukkan penurunan. Hingga April 2025, OJK mencatat sebanyak 85 korporasi yang melakukan rencana fundraising di pasar modal Tanah Air dengan nilai indikatif mencapai Rp70,54 triliun.
Realisasi pada 2026 tidak lepas dari kondisi pasar modal yang lesu belakangan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi sebesar 19,55% YtD hingga akhir April 2026. Selain itu, dana asing telah mengalir keluar sebesar Rp49,87 triliun dari pasar saham Indonesia.
Total perusahaan tercatat baru juga mengalami koreksi. Pada periode Januari—April 2025, terdapat 13 perusahaan anyar yang tercatat di BEI, namun hanya 1 perusahaan yang tercatat pada periode yang sama pada 2026.
Meskipun begitu, Hasan cukup optimistis terhadap resiliensi likuiditas domestik dalam menopang pergerakan pasar saham Tanah Air.
”Rata-rata spread atau rentang antara bid-ask di pasar saham domestik pada April tetap berada di level yang rendah yaitu sebesar 1,33 kali. Ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga dengan baik,” tegas Hasan.
Di satu sisi, OJK juga mencatat penggalangan dana korporasi melalui Securities Crowdfunding (SCF) pada April 2026. Penggalangan dana melalui SCF telah mencatat 24 efek baru dan 7 penerbit baru, dengan total dana terhimpun mencapai Rp36,18 miliar.
”Untuk penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding atau SCF, total nilai dana yang dihimpun telah mencapai angka Rp1,93 triliun,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


















