Kinerja Finansial PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES): Penjualan Naik, Laba Tergerus di 2025
PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan ternama dengan merek Blesscon dan Superiore Block, mencatat pertumbuhan penjualan yang positif pada tahun 2025. Namun, tren kenaikan penjualan ini tidak berbanding lurus dengan perolehan laba perusahaan yang justru mengalami penurunan signifikan.
Analisis Kinerja Finansial 2025
Pada tahun 2025, penjualan bersih BLES berhasil meningkat sebesar 2,73% secara tahunan (year on year/yoy), mencapai Rp 1,50 triliun dari sebelumnya Rp 1,46 triliun di tahun 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan terhadap produk-produk material bangunan ringan yang efisien dan ramah lingkungan.
Meskipun demikian, perusahaan dihadapkan pada lonjakan beban pokok penjualan yang lebih tinggi, yakni sebesar 12,14% (yoy), dari Rp 993,75 miliar menjadi Rp 1,11 triliun. Kenaikan beban ini berdampak langsung pada laba bruto BLES yang menyusut 17,09% (yoy), dari Rp 469,16 miliar menjadi Rp 388,94 miliar.
Lebih lanjut, beban usaha perusahaan juga mengalami peningkatan tipis sebesar 1,79% (yoy) menjadi Rp 254,55 miliar. Akibatnya, laba usaha BLES terpangkas drastis sebesar 38,66% (yoy), turun dari Rp 219,08 miliar di tahun 2024 menjadi Rp 134,38 miliar. Situasi ini diperparah dengan lonjakan beban lain-lain neto yang melonjak signifikan hingga 71,64% (yoy), mencapai Rp 27,12 miliar.
Meskipun beban pajak penghasilan menunjukkan penurunan sebesar 45,38% (yoy) menjadi Rp 23,15 miliar, namun laba tahun berjalan BLES tetap tergerus tajam. Laba tahun berjalan tercatat ambles sebesar 47,72% (yoy), dari Rp 160,89 miliar menjadi Rp 84,10 miliar.
Dampak kumulatif dari berbagai faktor ini terlihat pada laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan. Laba per saham BLES menurun dari Rp 19,69 di tahun 2024 menjadi Rp 9,44 per 31 Desember 2025.
Ekspansi dan Pertumbuhan Volume Penjualan
Terlepas dari tantangan profitabilitas, BLES mencatat pencapaian penting pada tahun 2025 dengan pembukaan pabrik kelima di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan tambahan pabrik ini, BLES kini mengoperasikan lima pabrik yang berlokasi strategis di lima wilayah, dilengkapi dengan enam lini produksi. Lokasi pabrik tersebut meliputi Jawa Timur (Mojokerto, Lamongan, dan Sidoarjo) serta Jawa Tengah (Sragen dan Banjarnegara).
Ekspansi kapasitas produksi ini turut mendorong peningkatan volume penjualan BLES. Pada tahun 2025, volume penjualan BLES tercatat sebesar 3,67 juta meter kubik (m³). Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 3,01 juta m³. Pencapaian ini menegaskan kemampuan BLES dalam mempertahankan tren pertumbuhan volume penjualan yang konsisten sejak tahun 2013, di mana pada tahun tersebut, volume penjualan hanya sebesar 12.000 m³.
Analisis Industri dan Keunggulan Bata Ringan
Manajemen BLES mengidentifikasi sektor konstruksi nasional sebagai pendorong utama pertumbuhan bisnis, yang didukung oleh beberapa faktor kunci:
- Program Strategis Nasional (PSN): Berbagai proyek infrastruktur dan pembangunan berskala nasional memberikan stimulus positif bagi industri konstruksi.
- Peningkatan Pembangunan Properti: Pertumbuhan pembangunan perumahan, apartemen, dan kawasan industri secara berkelanjutan meningkatkan kebutuhan akan material bangunan.
- Permintaan Material Bangunan Ringan: Efisiensi dan kesadaran lingkungan mendorong peningkatan permintaan material bangunan ringan yang menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan material konvensional.
Manajemen BLES secara spesifik menyoroti pergeseran preferensi pasar dari bata konvensional ke bata ringan. Keunggulan bata ringan yang membuatnya semakin diminati antara lain:
- Mempercepat Pembangunan: Bobot yang lebih ringan dan dimensi yang presisi memungkinkan proses pemasangan yang lebih cepat.
- Ringan dan Presisi Tinggi: Kemudahan dalam penanganan dan akurasi ukuran meminimalkan kesalahan konstruksi.
- Efisiensi Biaya: Penghematan biaya pemasangan dan finishing menjadi daya tarik utama bagi pengembang dan pemilik proyek.
- Ramah Lingkungan: Produksi bata ringan umumnya memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan bata konvensional.
Rencana Strategis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Menghadapi dinamika pasar dan tantangan profitabilitas, BLES telah merumuskan tiga rencana strategis utama untuk mendorong pertumbuhan di masa depan:
- Diversifikasi Produk: Perusahaan berencana untuk memperluas portofolio produknya, termasuk pengembangan panel ACC dengan merek Superiore.
- Unit Bisnis Bahan Baku: BLES juga akan mengembangkan unit bisnis yang berfokus pada penyediaan bahan baku, seperti aluminium paste, untuk memperkuat rantai pasok internal.
- Unit Bisnis Armada Transportasi: Untuk mendukung distribusi produk secara efisien, BLES akan terus memperkuat armada transportasinya. Saat ini, perusahaan telah memiliki 667 unit armada dan berencana menambah 50 unit lagi.
Ketiga pilar strategis ini akan ditopang oleh serangkaian strategi pendukung yang komprehensif, meliputi:
- Adopsi Teknologi Terkini: Memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk.
- Riset dan Pengembangan Berkelanjutan: Investasi dalam R&D untuk inovasi produk dan proses yang lebih baik.
- Pendekatan Pasar yang Proaktif: Strategi untuk lebih mendekatkan diri pada kebutuhan pasar dan pelanggan.
- Pemerataan Distribusi: Memastikan ketersediaan produk hingga ke pelosok daerah.
- Distribusi Hingga Pengguna Akhir: Memperluas jangkauan distribusi untuk melayani langsung konsumen.
- Penetrasi dan Edukasi Pasar: Mengedukasi pasar potensial mengenai keunggulan produk dan mendorong adopsi.
- Skala Ekonomi: Memanfaatkan skala produksi yang lebih besar untuk menekan biaya dan meningkatkan daya saing.
Melalui strategi-strategi ini, BLES berupaya untuk tidak hanya mempertahankan momentum pertumbuhan penjualan, tetapi juga memulihkan dan meningkatkan profitabilitasnya di masa mendatang.


















