Perang Total Lawan Nyamuk DBD, Desa Sukahaji Dikepung Fogging Massal Jelang Musim Rawan

Diposting pada

Upaya Kolaboratif Pemerintah dan Masyarakat dalam Pencegahan DBD di Desa Sukahaji

Pemerintah Kecamatan Patrol, bersama berbagai unsur lintas sektor, menggelar aksi fogging massal di Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, pada Senin 9 Februari 2026. Aksi ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD), yang sering meningkat seiring perubahan cuaca dan kepadatan permukiman warga.

Kegiatan fogging dilakukan di wilayah Blok Sigrong, RT 05 RW 03, yang dinilai sebagai kawasan padat penduduk dan memiliki potensi tinggi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai, petugas menyisir area permukiman warga dengan menyemprotkan asap insektisida ke rumah-rumah dan lingkungan sekitar.

Camat Patrol, Bagus A. Trisnadi, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah munculnya kasus.

“Kami tidak ingin menunggu sampai ada lonjakan kasus DBD. Fogging ini adalah langkah awal, sekaligus alarm bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Bagus di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi dalam memberantas nyamuk. Namun, kegiatan ini dinilai efektif untuk menekan populasi nyamuk dewasa, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Patrol, Dr. Hj. Siti Rokayah, menyebut fogging harus dibarengi dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tanpa kesadaran masyarakat untuk menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, fogging hanya akan memberikan dampak sementara.

“Nyamuk bertelur di genangan air yang sering tidak disadari. Kalau ini tidak dibersihkan, maka dalam hitungan hari nyamuk akan kembali berkembang. Jadi peran masyarakat sangat krusial,” jelasnya.

Kegiatan fogging massal ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kecamatan Patrol, Puskesmas Patrol, perangkat Desa Sukahaji, Satpol PP, hingga kelompok PKK dan mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang turut membantu sosialisasi kepada warga. Kehadiran mahasiswa dan ibu-ibu PKK dinilai memberikan nilai tambah, terutama dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat. Mereka juga membantu mengingatkan warga agar membuka akses rumah saat proses fogging berlangsung.

Salah satu warga Blok Sigrong mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap fogging dapat dilakukan secara berkala, terutama saat musim hujan dan pancaroba.

“Kami merasa lebih tenang. Apalagi di sekitar sini banyak anak-anak. Mudah-mudahan dengan fogging dan kerja sama warga, lingkungan jadi lebih aman dari DBD,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Patrol memastikan, kegiatan serupa akan terus dilakukan di wilayah lain yang dinilai rawan. Selain fogging, pemantauan lingkungan dan edukasi masyarakat akan diperkuat sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Partisipasi warga yang cukup tinggi menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit mulai tumbuh.

Dengan langkah terpadu ini, Desa Sukahaji diharapkan mampu menekan risiko penyebaran DBD dan menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan