Sentuhan Magis Bernardo Tavares Ubah Persebaya Jadi Tim Superior, Bhayangkara FC Jadi Ujian Berikutnya
Persebaya Surabaya tampaknya tengah menikmati era kebangkitan di bawah arahan pelatih baru mereka, Bernardo Tavares. Sejak resmi memimpin skuad Bajul Ijo pada awal Januari 2026, pelatih asal Portugal ini secara impresif berhasil mengubah Persebaya menjadi tim yang tampil superior di Liga Super 2025/2026. Transformasi ini tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan, tetapi juga merambah ke gaya bermain, pola pikir, hingga mentalitas para pemain di lapangan.
Performa Mengesankan di Empat Laga Terakhir
Dalam empat pertandingan terakhir yang dilakoni, Persebaya tercatat tidak pernah menelan kekalahan. Rinciannya adalah tiga kemenangan gemilang dan satu hasil imbang. Yang lebih patut diapresiasi adalah kemampuan Persebaya meraih dua kemenangan di laga tandang, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit diraih. Kemenangan tandang tersebut diraih atas PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0, dan membungkam Bali United dengan skor 3-1.
Perubahan signifikan ini terasa begitu cepat, mengingat Bernardo Tavares baru memimpin latihan perdana Persebaya pada awal Januari lalu. Namun, racikan taktiknya terbukti sangat mujarab. Keberhasilannya bahkan menuai pengakuan dengan dinobatkannya ia sebagai Pelatih Terbaik pada pekan ke-18 saat timnya berhadapan dengan PSIM Yogyakarta, serta pada pekan ke-20 ketika melawan Bali United.
Meski menuai banyak pujian atas performa timnya, Bernardo Tavares memilih untuk tetap merendah. Ia menekankan bahwa keberhasilan tim tidak lepas dari semangat juang para pemain yang rela berkorban, bahkan ketika kondisi fisik mereka tidak dalam kondisi prima.
“Saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya menempatkan para pemain, dan merekalah yang membuat keajaiban,” ujar Bernardo usai sesi latihan di Lapangan ABC, Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo.
Ia menambahkan, “Banyak pemain kami tidak 100 persen. Ada yang sakit, cedera, bahkan bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka tetap mencoba melakukan yang terbaik.”
Menurut Bernardo, sikap pantang menyerah inilah yang membuka peluang besar bagi tim untuk terus meraih kesuksesan. “Jika pemain bersikap baik dan mau berjuang, peluang untuk sukses menjadi lebih besar,” tegas pelatih berusia 45 tahun itu.
Bhayangkara FC: Ujian Berikutnya yang Menantang
Ujian sesungguhnya bagi kehebatan Bernardo Tavares dan kebangkitan Persebaya akan datang saat mereka menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Laga ini diprediksi tidak akan berjalan mudah, mengingat Bhayangkara FC datang dengan kekuatan baru dan motivasi tinggi.
Bhayangkara FC telah memperkuat skuad mereka dengan mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di kancah Liga Indonesia. Nama-nama seperti Privat Mbarga, Sho Yamamoto, dan Ryo Matsumura menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Persebaya.
“Mereka punya banyak pemain baru yang tidak perlu adaptasi lagi di Indonesia. Itu membuat mereka berbahaya,” ujar Bernardo Tavares.
Sementara itu, Persebaya juga tidak tinggal diam. Mereka telah merekrut empat pemain asing baru, di mana tiga di antaranya, yakni Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, dan Bruno Paraiba, baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia.
Namun, kondisi skuad Persebaya belum sepenuhnya ideal menjelang pertandingan krusial ini. Beberapa pemain masih diragukan tampil karena dibekap cedera dan masalah kesehatan.
“Skuad kami tidak 100 persen karena ada yang cedera, demam, diare, atau terkena virus,” ungkap Bernardo.
Menutup pernyataannya, Bernardo Tavares sangat berharap dukungan penuh dari para suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita, yang hadir di stadion.
“Kami berharap suporter bisa datang memberi energi ekstra untuk para pemain,” pungkasnya.
Gustavo Fernandes Tak Sabar Debut di GBT, Siap Berikan yang Terbaik
Salah satu pemain yang paling dinantikan aksinya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) adalah bek asing anyar Persebaya Surabaya, Gustavo Fernandes. Pemain asal Brasil berusia 26 tahun ini mengungkapkan rasa antusiasme yang tinggi untuk merasakan langsung atmosfer stadion yang dikenal memiliki dukungan suporter paling fanatik di Indonesia. Pengalaman atmosfer luar biasa dari Bonek akan ia rasakan pertama kali saat Persebaya menjamu Bhayangkara FC pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Gustavo Fernandes sebenarnya telah menjalani debut resminya bersama Persebaya pada laga tandang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, 7 Februari lalu. Meskipun pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 1-3 untuk Persebaya, Gustavo baru masuk di babak kedua menggantikan Malik Risaldi yang mengalami cedera.
Meskipun hanya bermain di paruh kedua, Gustavo langsung berduet dengan Leo Lelis dan berhasil membuat lini pertahanan Persebaya tampil lebih solid. Ia mampu meredam tekanan dari Bali United yang sebelumnya cukup mendominasi.
Sepanjang babak kedua, statistik Gustavo Fernandes menunjukkan kontribusinya yang signifikan. Ia berhasil mencatatkan 1 blok, 8 clearance, dan 4 intersep. Angka-angka ini menegaskan betapa penting perannya dalam menjaga stabilitas lini belakang Persebaya hingga peluit akhir dibunyikan.
“Saya sudah merindukan suasana ini dan berada di lapangan membantu tim,” ujar Gustavo dengan penuh semangat, menunjukkan kerinduannya untuk kembali beraksi di depan publik sendiri.
Kini, Gustavo Fernandes berpeluang besar untuk tampil sebagai starter saat Persebaya menghadapi Bhayangkara FC. Selain kondisinya yang terus membaik dan tidak mengalami cedera, ia juga siap untuk melanjutkan kontribusinya bagi tim.
“Kini saatnya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan dan berusaha untuk terus berkembang setiap hari,” tambahnya.
Pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi ujian konsistensi bagi Persebaya yang saat ini tengah berada dalam tren positif dengan rekor 13 pertandingan tanpa kekalahan. Namun, pelatih Bernardo Tavares tetap mengingatkan bahwa pertandingan ini tidak akan mudah. Bhayangkara FC datang dengan motivasi bangkit dan kekuatan baru di bawah arahan pelatih Paul Munster. Meski demikian, Bernardo mengaku telah menyiapkan berbagai opsi taktik untuk meredam ancaman dari tim lawan.
“Fokus kami mengerjakan beberapa hal yang kami anggap penting dan perlu kami tingkatkan sebagai tim,” ujar Bernardo.
“Kami berharap kesebelas pemain inti dan para pemain cadangan bisa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang bagus,” pungkasnya.
Bahaya Kekuatan Bhayangkara FC: Ancaman Serius Meski Berada di Papan Bawah Klasemen
Persebaya Surabaya dijadwalkan akan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-21 Liga Super 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Meskipun Persebaya saat ini berada dalam performa yang lebih baik dan menempati posisi kelima klasemen dengan 35 poin, sementara Bhayangkara FC tertahan di peringkat ke-10 dengan 26 poin, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan kekuatan lawan.
Dalam lima pertandingan terakhir, Persebaya berhasil meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang. Di sisi lain, Bhayangkara FC mencatat dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Namun, angka-angka ini tidak mencerminkan sepenuhnya potensi ancaman yang dimiliki Bhayangkara FC.
Bernardo Tavares menilai Bhayangkara FC tetap berbahaya, terutama setelah mereka aktif melakukan perombakan skuad di bursa transfer.
“Bhayangkara salah satu tim yang mendapatkan pemain paling banyak di jendela transfer ini,” ujar Bernardo Tavares usai sesi latihan di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT.
Ia secara spesifik menyoroti beberapa nama pemain yang dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang mumpuni di kompetisi Indonesia. Di antaranya adalah Moussa Sidibe, Privat Mbarga, Sho Yamamoto, hingga Ryo Matsumura.
“Dan mereka bukan sekadar pemain, mereka adalah pemain kunci dari klub lain. Jadi mereka punya banyak pemain baru yang tidak perlu adaptasi lagi di Indonesia,” jelasnya, menekankan bahwa pemain-pemain baru tersebut sudah terbiasa dengan iklim sepak bola Indonesia.
Situasi ini berbanding terbalik dengan Persebaya yang justru mendatangkan sejumlah pemain yang masih memerlukan proses penyesuaian, termasuk tiga pemain asing baru yang baru pertama kali bermain di Indonesia: Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, dan Bruno Paraiba.
Selain itu, kondisi skuad Bajul Ijo menjelang laga melawan Bhayangkara FC belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain dipastikan absen karena cedera maupun masalah kesehatan yang mendadak.
“Skuad kami tidak akan tampil 100 persen karena banyak pemain cedera dan ada yang demam, diare, atau terkena virus,” kata Tavares.
Tiga pemain yang dipastikan absen karena cedera adalah Mihailo Perovic, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba. Ketidakhadiran mereka tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi strategi Persebaya.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, Bernardo Tavares berharap dukungan penuh dari suporter dapat memberikan motivasi tambahan bagi timnya untuk mengamankan hasil positif di kandang sendiri.
“Kami berharap Bonek dan Bonita bisa datang ke stadion untuk memberikan energi ekstra bagi pemain kami,” pungkasnya, menyerukan semangat kebersamaan antara tim dan para pendukungnya.




