Perayaan Hattrick Juara Persib Bandung di Bali
Di tengah sorak-sorai dan semangat yang membara, para Bobotoh (suporter Persib) di Bali merayakan kemenangan tim kesayangan mereka dalam pertandingan akhir Super League Indonesia 2025/2026. Meskipun hasilnya berakhir imbang tanpa gol (0-0) dalam laga Persib vs Persijap, Persib Bandung resmi menjadi juara Super League Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Ratusan Bobotoh Bali berkumpul di halaman depan De Berry Karaoke Denpasar sejak sore hari, Sabtu 23 Mei 2026, untuk menonton bareng (nobar) pertandingan tersebut. Mereka menyemarakkan suasana dengan nyanyian “Persib Juara Deui” dan “Champion Again Persib Bandung”. Selain itu, mereka juga menyalakan flare sebagai simbol kegembiraan atas gelar juara yang diraih oleh Pangeran Biru.
Nobar kali ini tidak hanya menjadi momen kebanggaan bagi para Bobotoh, tetapi juga menjadi perayaan HUT Viking Bali ke-16. Dengan tema “Legacy of Passion”, acara ini menggabungkan semangat, cinta, dan kegilaan positif yang selama ini menjadi ciri khas dari komunitas Bobotoh.
Kepuasan dan Harapan dari Ketua Viking Bali
Ketua Viking Bali, Riki Herdiana atau lebih dikenal sebagai Bobriki, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan Persib yang menciptakan hattrick juara. Menurutnya, mempertahankan gelar juara lebih sulit daripada merebutnya, karena tekanan psikologis, ekspektasi publik, dan tuntutan media sangat besar.
“Hattrick ini menciptakan standar baru. Klub lain dipaksa naik level dalam hal profesional, scouting, dan pembinaan usia muda,” ujarnya. Ia juga berharap bahwa Persib bisa menjadi klub profesional yang mampu bersaing di Asia, bukan hanya sekadar raja di negeri sendiri.
Bobriki juga menyampaikan apresiasi kepada pihak De Berry yang telah memfasilitasi nobar dan kepada semua Bobotoh di Bali yang menjaga nama baik Viking Bali. Ia menyebut bahwa meskipun acara berlangsung ramai, semua tetap tertib dan menghormati warga sekitar serta pengguna jalan.
Performa Tim dan Strategi Pelatih
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pelatih Persib, Bojan Hodak, menurunkan komposisi pemain seperti Teja Paku Alam (PG); Eliano Reinjders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Federico Barba; Adam Alis, Frans Putros; Beckham Putra Nugraha, Thom Haye, Rosembergne “Berguinho” Da Silva; dan Andre Jung.
Meskipun Persib kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama, mereka terus berjuang di babak kedua. Pelatih Hodak melakukan beberapa perubahan strategi, seperti memasukkan Luciano Guaycochea menggantikan Kakang Rudianto. Meski begitu, skor tetap tidak berubah hingga akhir pertandingan.
Beberapa peluang emas tercipta, namun gagal dimaksimalkan. Di menit 51, tendangan bebas Haye masih bisa diselamatkan kiper Persijap, Muhammad Nurdiansyah. Di menit 53, tendangan jarak dekat Jung juga gagal memasuki gawang. Tendangan Matricardi dan Barros pun masih melambung di luar gawang.
Pada menit 67, Hodak memasukkan Ramon Tanque dan Uilliam Barros menggantikan Beckham dan Jung. Namun, upaya mereka tidak berhasil memecah kebuntuan. Di menit 78, Berguinho mengalami cedera dan digantikan oleh Julio Cesar. Di menit 90, Hodak memasukkan Saddil Ramdani menggantikan Reijnders.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Setelah pertandingan usai, para pemain dan Bobotoh di Stadion GBLA langsung berjingkrak dan merayakan kepastian juara. Hasil 0-0 ini memastikan Persib sebagai juara Super League 2025/2026, dengan nilai 79 yang membuat mereka unggul head to head dari Borneo FC.
Ini adalah trofi kelima Persib sejak era Liga Indonesia. Sebelumnya, mereka pernah menjuarai Liga Indonesia 1994/95, LSI 2014, serta dua kali berturut-turut pada Liga 1 2023/24 dan 2024/25. Di era amatir, Persib juga pernah menjuarai Kejurnas PSSI 1937, 1959/61, Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/90, dan 1993/94.



















