Polri memperkenalkan slogan baru “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai penanda arah pengabdian yang lebih dekat dengan publik. Tagline ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepolisian dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai pusat kerja institusi. Pengumuman tersebut disampaikan di Jakarta, Senin (5/10).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, frasa itu tidak dimaksudkan hanya sebagai semboyan, melainkan cerminan cara kerja yang ingin dibangun di tubuh Polri. Menurut dia, kepolisian harus hadir di tengah warga, mendengar persoalan yang mereka hadapi, memberi perlindungan, memastikan kepastian hukum, dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban bersama masyarakat.
Isir menautkan semangat baru itu dengan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Ia menyebut, dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Suyudi menekankan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, mutu pelayanan, serta hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, kedekatan dengan warga dinilai perlu menjadi budaya kerja seluruh anggota Polri, bukan sekadar pendekatan sesaat.
Dalam penjelasannya, Isir juga menekankan bahwa masukan maupun kritik dari masyarakat semestinya diperlakukan sebagai bahan pembenahan. Bagi Polri, kata dia, evaluasi dari publik justru dibutuhkan agar kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas terus membaik. Dengan begitu, institusi kepolisian dapat lebih responsif saat menghadapi persoalan keamanan di lapangan.
Tagline baru ini diharapkan memperkuat kehadiran Polri dalam berbagai aspek layanan, mulai dari penegakan hukum yang adil hingga respons cepat atas gangguan keamanan dan ketertiban. Polri ingin menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berjalan berjarak dari warga, melainkan dilakukan bersama mereka untuk mencari solusi atas kebutuhan yang muncul di masyarakat.
Untuk memastikan pesan itu dipahami secara seragam, Polri akan menggunakan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai identitas komunikasi yang disebarkan ke seluruh jajaran. Sosialisasi ini diarahkan agar semangat kedekatan dengan masyarakat tidak berhenti di level pernyataan, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari oleh anggota kepolisian di berbagai tingkatan.
Sumber: jawapos.com




