No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Profesor IPB: 23 Tahun Tanpa Sampah

Erwin by Erwin
19 Februari 2026 - 20:12
in Lifestyle
0

Mengubah Sampah Menjadi Emas: Kisah Inovasi Pengelolaan Limbah di Bogor

Di sudut belakang sebuah hunian di kawasan Margajaya, Kota Bogor, Jawa Barat, terdapat sebuah area yang mungkin dianggap ‘kotor’ oleh sebagian orang. Namun, di balik sebutan itu, tersembunyi sebuah sistem revolusioner yang telah mengubah sampah organik menjadi sumber daya berharga. Ini adalah kisah Arief Sabdo Yuwono, seorang Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, yang telah mendedikasikan dirinya untuk mengelola sampah sejak tahun 2003, bukan membuangnya.

Sistem Kompos Rumahan: Solusi Cerdas untuk Sampah Organik

Prinsip dasar yang dipegang teguh oleh Arief dan keluarganya adalah sampah bukanlah beban, melainkan potensi yang perlu dikelola. Di rumahnya, tiga kotak semen berukuran 60 x 60 cm didedikasikan untuk mengolah berbagai jenis sampah organik, mulai dari sisa makanan, kulit buah, hingga daun-daunan kering. Kotak-kotak ini sengaja dirancang dengan bagian atas berjeruji kawat untuk memastikan sirkulasi udara yang baik, elemen krusial dalam proses pengomposan.

Proses penguraian sampah ini membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, sampah organik akan terurai secara alami menjadi kompos yang sangat bermanfaat sebagai media tanam. Selain mengandalkan udara, Arief juga memanfaatkan peran maggot dari larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mempercepat proses dekomposisi.

Sistem ini dirancang untuk menampung sampah organik dari empat penghuni rumah. Setiap kotak membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan untuk terisi penuh. Ketika kotak pertama penuh, pengumpulan sampah dialihkan ke kotak kedua, dan seterusnya. Kebiasaan sederhana ini telah secara signifikan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lebih dari itu, praktik ini mencegah sampah organik masuk ke truk sampah, yang pada gilirannya meminimalkan produksi air lindi (cairan sampah) dan bau tidak sedap yang seringkali menjadi masalah di TPA.

Baca Juga  Nicholas Brendon's Passing: How Did the 'Buffy the Vampire Slayer' Star Die?

“Karena yang mengeluarkan air lindi itu sampah organik,” jelas Arief, “kalau truk sampah hanya mengangkut sampah anorganik, tidak ada air lindi atau bau tidak sedap.”

Lebih dari Sekadar Kompos: Nilai Tambah dari Limbah

Kompos yang dihasilkan dari sistem ini bukan hanya bermanfaat untuk menyuburkan sekitar 170 tanaman pot di rumah Arief, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup. Sisa kompos yang tidak terpakai dapat dijual, memberikan pemasukan tambahan.

Tidak berhenti pada sampah organik, Arief juga memiliki solusi inovatif untuk sampah plastik. Melalui proses pirolisis, sampah plastik diubah menjadi bahan bakar minyak atau bahkan menjadi produk lain seperti piring, cawan, atau pot. Bahkan, plastik yang telah dilelehkan dapat digunakan sebagai pengganti batu pecah dalam campuran beton. Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa beton yang menggunakan plastik leleh sebagai agregat memiliki kekuatan tarik, tekan, dan lentur yang sedikit lebih baik dibandingkan beton konvensional.

Untuk sampah yang tidak dapat dikelola melalui metode di atas, Arief menyalurkannya kepada para pengepul.

Menularkan Semangat Pengelolaan Sampah: Lahirnya SWAM

Selama kurang lebih 15 tahun terakhir, Arief tidak hanya mempraktikkan pengelolaan sampah di lingkup rumah tangganya, tetapi juga aktif menularkan kebiasaan baik ini kepada masyarakat di sekitarnya. Inisiatif ini ia namakan School of Waste Management atau SWAM.

Di belakang rumahnya, Arief membangun empat kolam sampah organik komunal, masing-masing seluas 50 meter persegi. Saat ini, sebanyak 34 kepala keluarga telah berpartisipasi dalam program SWAM. Warga yang telah memilah sampah di rumah secara otomatis membawa sampah organiknya ke kolam komunal ini.

Prinsip yang diterapkan di SWAM sama dengan sistem rumahan Arief, yaitu metode pengomposan aerobik dengan bantuan udara dan larva BSF. Arief menekankan bahwa tidak perlu melakukan pengadukan sampah secara intensif untuk mendapatkan kompos berkualitas. Cukup dengan mendiamkannya, proses penguraian akan berjalan optimal, sekaligus mengurangi potensi bau tak sedap.

Baca Juga  4 zodiak beruntung dapat kekayaan besar setelah Februari 2026

Metode yang dikembangkan Arief ini bahkan ia beri nama ‘SABDO’ atau Sebelas detik Aja Biodegradasi Organik. “Bawa food waste, buka (kotak), masukkan. Setelah itu tutup. Itu sepuluh sampai sebelas detik,” ujarnya, menggambarkan betapa mudah dan cepatnya proses awal memasukkan sampah. “Tanpa mesin, tanpa bahan bakar, manual.”

Setiap kolam komunal membutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk terisi penuh, dan sekitar dua bulan tambahan untuk proses penguraian menjadi kompos. Selama proses ini, sampah tidak perlu diaduk atau dipindahkan.

Setelah sampah terurai, hasilnya disaring menggunakan alat penyaring yang dirancang khusus oleh Arief. Alat ini tidak membutuhkan tenaga berlebih; cukup dengan memutar tuas, alat akan berputar dan memisahkan kompos yang siap pakai dari sisa sampah yang belum sempurna terurai. Sisa yang belum sempurna akan dikembalikan ke kolam sampah untuk diproses lebih lanjut.

Kompos yang sudah matang kemudian dikemas dalam kantong dan dijual seharga Rp 50.000 untuk empat kantong. Arief memastikan bahwa produk kompos ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan kaya akan unsur hara penting bagi tanaman, seperti nitrogen, kalium, fosfor, serta unsur makro dan mikro lainnya.

Menjadi Laboratorium Kehidupan: SWAM dan IPB University

Inovasi pengelolaan sampah yang telah dikembangkan Arief selama belasan tahun ini mendapat pengakuan yang lebih luas. IPB University berencana menjadikan SWAM sebagai living laboratory atau laboratorium kehidupan.

“Living lab adalah laboratorium lapangan, yang sudah berjalan dan mempertemukan antara akademisi dengan masyarakat, untuk menyelesaikan masalah. Ini masalahnya waste management,” jelas Arief.

Arief menyambut baik rencana ini. Ia melihatnya sebagai kesempatan emas untuk mengembangkan fasilitas dan komponen pendukung SWAM. Selama ini, SWAM telah menjadi tujuan kunjungan bagi masyarakat umum, lembaga pemerintahan, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya yang memiliki tujuan serupa: belajar mengelola sampah demi menjaga kesehatan lingkungan. Dengan status living laboratory, potensi SWAM untuk menjadi pusat pembelajaran dan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan semakin terbuka lebar.

Baca Juga  Mannie's Escape: A Life on the Road Since 16
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

10 Oleh-Oleh Khas Medan yang Wajib Dibawa
Lifestyle

10 Oleh-Oleh Khas Medan yang Wajib Dibawa

1 Mei 2026 - 22:16
12 Pilihan Lipstik yang Membuat Gigi Terlihat Putih
Lifestyle

12 Pilihan Lipstik yang Membuat Gigi Terlihat Putih

1 Mei 2026 - 16:55
Ramalan Zodiak Karier Hari Ini: Gemini Monoton, Libra dan Pisces Progresif
Lifestyle

Ramalan Zodiak Karier Hari Ini: Gemini Monoton, Libra dan Pisces Progresif

1 Mei 2026 - 14:59
Apa Itu Bridal Shower? Ini Fakta yang Harus Kamu Ketahui
Lifestyle

Apa Itu Bridal Shower? Ini Fakta yang Harus Kamu Ketahui

1 Mei 2026 - 14:55
6 zodiak cewek berani patah hati, takut penolakan!
Lifestyle

6 zodiak cewek berani patah hati, takut penolakan!

1 Mei 2026 - 13:41
Pengalaman Arda Jadi Ayah Setelah Sembuhkan Luka Tantri KOTAK
Lifestyle

Pengalaman Arda Jadi Ayah Setelah Sembuhkan Luka Tantri KOTAK

1 Mei 2026 - 12:30
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Inside Djokovic’s family: A tennis star’s heartfelt home life

Inside Djokovic’s family: A tennis star’s heartfelt home life

16 April 2026 - 02:53
Review Lengkap POCO F6 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap POCO F6 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

2 Mei 2026 - 08:04
Review dan Spesifikasi POCO F6: Apakah Layak Dibeli Tahun Ini?

Review dan Spesifikasi POCO F6: Apakah Layak Dibeli Tahun Ini?

2 Mei 2026 - 01:42
Kasus Daycare Little Aresha: Sultan Kaget Ibu-ibu Lakukan Kekerasan

Kasus Daycare Little Aresha: Sultan Kaget Ibu-ibu Lakukan Kekerasan

1 Mei 2026 - 23:59
Thomas Cup 2026 – Duka Korea Usai 24 Tahun, Denmark Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu

Thomas Cup 2026 – Duka Korea Usai 24 Tahun, Denmark Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu

1 Mei 2026 - 23:55
Tok! Dua Tersangka Korupsi Chromebook Divonis Berat

Tok! Dua Tersangka Korupsi Chromebook Divonis Berat

1 Mei 2026 - 23:51

Pilihan Redaksi

Review Lengkap POCO F6 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap POCO F6 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

2 Mei 2026 - 08:04
Review dan Spesifikasi POCO F6: Apakah Layak Dibeli Tahun Ini?

Review dan Spesifikasi POCO F6: Apakah Layak Dibeli Tahun Ini?

2 Mei 2026 - 01:42
Kasus Daycare Little Aresha: Sultan Kaget Ibu-ibu Lakukan Kekerasan

Kasus Daycare Little Aresha: Sultan Kaget Ibu-ibu Lakukan Kekerasan

1 Mei 2026 - 23:59
Thomas Cup 2026 – Duka Korea Usai 24 Tahun, Denmark Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu

Thomas Cup 2026 – Duka Korea Usai 24 Tahun, Denmark Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu

1 Mei 2026 - 23:55
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.