Laga Semifinal MBM Cup IV Berlangsung Sengit dengan Protes Terhadap Keputusan Wasit
Laga semifinal MBM Cup IV antara MBM FC dan Kacipo FC berlangsung sengit di Sebatik, Nunukan. Pertandingan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Aztrada88, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), diwarnai protes dari pemain hingga official Kacipo FC terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (31/5/2026) sore ini menunjukkan tensi tinggi sejak awal babak pertama. Pemain dan ofisial Kacipo FC mulai mengeluhkan beberapa keputusan wasit, termasuk dugaan handball oleh pemain lawan di kotak penalti yang seharusnya menghasilkan hadiah penalti. Namun, wasit tidak memberikan penalti.
Selain itu, beberapa pelanggaran yang dilakukan tim lawan juga disebut tidak mendapat keputusan yang dianggap adil. Official Kacipo FC, Faizal Afandi, menyampaikan bahwa keputusan wasit dinilai sepihak tanpa mempertimbangkan jalannya pertandingan.
Ketegangan kembali memuncak pada babak kedua. Wasit memberikan tambahan waktu lima menit, namun menurut pihak Kacipo FC, peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan justru dibunyikan saat waktu tambahan belum genap lima menit. Keputusan ini memicu protes keras dari official Kacipo FC, meskipun wasit tetap pada keputusan mengakhiri pertandingan.
Kacipo FC merupakan salah satu tim yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Nunukan. Tim tersebut pernah menjuarai Turnamen Bupati Cup pada 2024. Dalam turnamen ini, Kacipo FC berusaha memperkuat posisi mereka untuk melaju ke partai final.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Panitia MBM Cup yang juga Kepala Desa Tanjung Karang, Andi Faisal Idris, menegaskan bahwa seluruh keputusan pertandingan sepenuhnya menjadi tanggung jawab wasit sejak kick-off dimulai. Menurutnya, panitia hanya bertugas memfasilitasi jalannya pertandingan.
“Sejak kick-off kami sudah serahkan ke wasit. Saat technical meeting (TM) juga sudah dijelaskan, bahwa panitia hanya memfasilitasi jalannya pertandingan. Mulai peluit awal sampai akhir itu sudah menjadi tanggung jawab wasit,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa turnamen MBM Cup telah digelar sebanyak empat kali sejak tahun 2023, dan dinamika seperti protes dalam pertandingan sepak bola merupakan hal yang kerap terjadi. “Dalam sepak bola kita pahami, kalau sudah bermain maka keputusan wasit itu mutlak. Wasit ibarat hakimnya sepak bola,” jelasnya.
Andi Faisal menegaskan panitia tidak melakukan intervensi terhadap jalannya pertandingan, termasuk penunjukan perangkat wasit. “Kami panitia menyerahkan semua skema pertandingan kepada wasit, termasuk siapa yang memimpin pertandingan. Kami juga baru tahu siapa wasit tengah dan hakim garis saat pertandingan dimulai,” jelasnya.
Meski mendapat protes, ia mengapresiasi sikap pemain maupun official yang dinilai tetap profesional dalam menyampaikan keberatan, dan tidak bertindak anarkis. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian yang mengkhawatirkan. Protes memang hal yang wajar dalam sepak bola, tapi kami lihat masih profesional dan tidak anarkis. Kalau memang ada kesalahan dari wasit, kami selaku panitia mohon maaf,” ungkapnya.
Menurutnya, tensi pertandingan di MBM Cup IV tahun ini memang lebih tinggi, lantaran turnamen tersebut berskala open turnamen tingkat Kabupaten Nunukan. Turnamen yang dibuka pada 1 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 20 tim dari berbagai wilayah, dan dijadwalkan berakhir pada 2 Juni 2026 mendatang.
“Dari awal sudah diwanti-wanti bahwa tensi pertandingan pasti lebih keras dibanding pertandingan lokal Sebatik,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan suporter untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung, hingga babak final. “Jarang ada turnamen besar seperti ini dan antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan panitia. Semoga semua pertandingan berjalan aman sampai selesai dan bisa terus berlanjut di tahun berikutnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari wasit maupun hakim garis terkait protes yang disampaikan oleh pihak Kacipo FC.




