Puncak Liga 4 Jawa Tengah: Persak Kebumen vs Persibangga Purbalingga, Perebutan Tiket Nasional di Stadion Jatidiri
Stadion Jatidiri Semarang akan menjadi saksi bisu penentuan gelar juara Liga 4 Jawa Tengah musim ini. Pertandingan final yang sangat dinanti-nantikan akan mempertemukan dua tim tangguh, Persak Kebumen dan Persibangga Purbalingga. Laga puncak ini dijadwalkan akan bergulir pada Senin, 16 Februari 2026, pukul 15.00 sore.
Penentuan Kuota Nasional: Kewenangan PSSI Pusat
Sekretaris PSSI Jawa Tengah, Purwidyastanto, yang akrab disapa Antok, menjelaskan bahwa penentuan kuota tim dari setiap provinsi untuk melaju ke putaran nasional Liga 4 sepenuhnya menjadi kewenangan PSSI pusat. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan berbagai variabel yang telah ditetapkan oleh induk organisasi sepak bola nasional.
Meskipun demikian, PSSI Jawa Tengah memiliki harapan besar untuk dapat meloloskan empat tim ke jenjang nasional, sebuah capaian yang pernah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.
“Penentuan kuota tiap provinsi itu kewenangan PSSI pusat. Semua PSSI provinsi juga belum tahu akan mendapat berapa kuota, karena masih menunggu kompetisi di seluruh provinsi berjalan dan selesai,” ungkap Antok.
Dua Finalis Dipastikan Lolos, Nasib Berbeda untuk Semifinalis
Dalam perebutan tiket ke putaran nasional, kedua tim yang berhasil melaju ke partai final, yaitu Persak Kebumen dan Persibangga Purbalingga, secara otomatis telah mengamankan tempat mereka.
Namun, nasib berbeda dialami oleh dua tim yang terhenti di fase semifinal. Persiharjo Sukoharjo berpeluang besar untuk tetap melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional. Sebaliknya, PSIR Rembang harus menelan kekecewaan mendalam karena dipastikan tidak dapat melaju ke putaran nasional.
Sanksi untuk PSIR Rembang Membuka Peluang Tim Lain
Kekecewaan PSIR Rembang datang sebagai buntut dari sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah. Sanksi ini diberikan terkait insiden kericuhan yang terjadi pada pertandingan semifinal. Hukuman tidak hanya menyasar tim secara kolektif, tetapi juga mencakup para pemain dan perangkat pertandingan.
Sanksi terberat yang diterima PSIR Rembang adalah diskualifikasi dari keikutsertaan Liga 4 musim ini. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim berjuluk Laskar Dampo Awang tersebut.
Apabila kuota Jawa Tengah untuk putaran nasional memang ditetapkan sebanyak empat tim, maka akan ada satu tim lain yang akan menggantikan posisi PSIR Rembang. Tim pengganti ini kemungkinan besar akan berasal dari klub-klub yang terhenti di babak perempat final atau delapan besar.
Kandidat Pengganti PSIR Rembang: Persaingan di Babak Delapan Besar
Beberapa klub yang kandas di babak delapan besar dan berpotensi menggantikan PSIR Rembang antara lain Persik Kendal, Persibas Banyumas, Persebi Boyolali, dan PSD Demak.
Mekanisme pemilihan tim pengganti ini diperkirakan akan didasarkan pada perolehan poin terbanyak selama kompetisi, atau dengan kata lain, melihat peringkat klasemen akhir Liga 4 Jawa Tengah musim ini.
Menunggu Kepastian Kuota dan Antisipasi PSSI Jawa Tengah
Antok menambahkan bahwa proses penentuan kuota nasional masih menunggu selesainya kompetisi Liga 4 di seluruh provinsi. “Memang harus menunggu semuanya selesai dulu. Setelah itu, PSSI baru bisa menentukan kuota melalui indikator-indikator yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Meskipun demikian, PSSI Jawa Tengah telah melakukan berbagai antisipasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika kuota yang diberikan hanya empat tim.
“Kita sudah mengantisipasi minimal semifinalis. Saya tidak bilang pasti empat, tapi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Jawa Tengah pernah dapat empat, enam, bahkan delapan kuota, meski itu karena dua musim digabung,” ungkap Antok.
Ia juga menekankan bahwa dengan total peserta Liga 4 Jawa Tengah musim ini yang mencapai 26 tim, PSSI Jawa Tengah telah merancang format kompetisi agar para semifinalis memenuhi syarat administratif yang diperlukan untuk dapat melaju ke putaran nasional. Persiapan matang ini diharapkan dapat memastikan wakil-wakil Jawa Tengah siap bersaing di kancah yang lebih tinggi.




