Dunia penerbangan dan tahta kerajaan tampaknya bisa berjalan beriringan. Raja Belanda, Willem-Alexander, ternyata memiliki hobi yang tak lazim bagi seorang kepala negara: menjadi kopilot. Pengakuan ini diungkapkan sendiri oleh Raja Willem-Alexander pada tahun 2017, empat tahun setelah ia naik tahta pada tahun 2013.
Selama 21 tahun, Raja Willem-Alexander secara diam-diam menjalankan pekerjaan sampingan sebagai kopilot di maskapai penerbangan komersial KLM Royal Dutch Airlines. Aktivitas ini dilakukannya secara paruh waktu dan dianggap sebagai hobinya.
Terbang sebagai Hobi yang Menenangkan
Willem-Alexander secara rutin menjadi “pilot tamu” di armada Fokker 70 milik KLM Cityhopper. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di maskapai Martinair. Sebagai penerbang tamu, ia menjalankan pekerjaan sampingannya itu sekitar dua kali dalam sebulan.
Raja Belanda itu mengungkapkan bahwa terbang adalah hobi yang memungkinkannya untuk sejenak melupakan tugas-tugas kerajaan.
“Anda memiliki pesawat, penumpang, dan awak pesawat. Anda bertanggung jawab atas mereka,” ujarnya.
“Anda tidak bisa membawa masalah dari darat ke langit. Anda bisa sepenuhnya melepaskan diri dan fokus pada hal lain. Bagian itulah yang paling menenangkan bagi saya saat terbang,” lanjutnya.
Selain itu, ia rutin menjadi kopilot di KLM untuk mempertahankan lisensi pilotnya agar tetap aktif dan berlaku.
Identitas yang Tersembunyi di Balik Kokpit
Uniknya, Willem-Alexander tidak secara terbuka memperkenalkan diri sebagai raja Belanda saat bertugas sebagai kopilot. Ia tidak pernah menggunakan namanya saat menyapa para penumpang pesawat melalui pengeras suara.
Meskipun demikian, ada beberapa penumpang KLM yang mengenali suaranya. Bahkan, sang raja Belanda jarang dikenali saat berseragam dan mengenakan topi pilot KLM ketika berjalan di Bandara Schiphol, Amsterdam.
“Keuntungannya adalah saya selalu bisa mengatakan bahwa saya dengan hangat menyambut penumpang atas nama kapten dan awak pesawat,” ujarnya. “Kemudian saya tidak perlu menyebutkan nama saya,” tambahnya.
Jejak Penerbangan di Kenya: Pilot Sukarelawan
Kecintaan Raja Willem-Alexander terhadap dunia penerbangan telah dimulai sejak lama. Menurut informasi dari Istana Kerajaan Belanda, Raja Willem-Alexander pertama kali terbang di langit lebih dari 30 tahun yang lalu. Ia bahkan sudah menerbangkan pesawat saat masih menjadi mahasiswa.
Pada akhir tahun 80-an, kecintaannya pada dunia penerbangan membawanya ke Kenya. Di sana, Willem-Alexander bekerja sebagai pilot sukarelawan untuk beberapa kegiatan kemanusiaan.
- Awalnya, ia bekerja untuk organisasi bantuan medis African Medical Research & Education Foundation (AMREF).
- Kemudian, ia melanjutkan pengabdiannya untuk Kenya Wildlife Service.




