Kemenangan Persebaya Surabaya atas PSIM Yogyakarta menyimpan cerita menarik di balik layar. Bernardo Tavares, sang pelatih, mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di ruang ganti pemain saat jeda babak pertama. Di sanalah, strategi kemenangan diracik ulang hingga akhirnya membuahkan hasil manis.
Tavares menyoroti pentingnya momen istirahat antar babak. Menurutnya, performa Persebaya di babak pertama belum sesuai dengan harapan dan rencana yang telah disusun.
“Saya rasa di babak pertama, Persebaya menghadapi beberapa kesulitan. Kami mencoba melakukan dua atau tiga tembakan ke gawang PSIM, namun berhasil diintersep oleh pemain belakang mereka,” jelas Tavares.
Pernyataan ini menggambarkan betapa solidnya pertahanan PSIM Yogyakarta di awal pertandingan. Meskipun Persebaya berusaha tampil agresif sejak menit pertama, efektivitas serangan mereka masih jauh dari harapan pelatih. PSIM mampu membaca pola permainan Persebaya dan menutup ruang tembak dengan disiplin, memaksa Persebaya untuk lebih sabar dalam mengalirkan bola.
Walaupun hanya menguasai bola sebanyak 20 persen, Persebaya berusaha memaksimalkan setiap peluang yang ada. Mereka tampil pragmatis dan tidak memaksakan permainan terbuka. Tekanan yang dirasakan menjadi bahan evaluasi utama di ruang ganti.
Bernardo Tavares memilih untuk berbicara langsung kepada para pemain secara terbuka dan lugas. “Di jeda pertandingan, saya berbicara kepada semua pemain dan melihat apa yang perlu dievaluasi,” ungkap Tavares. Komunikasi ini menjadi titik balik bagi permainan Green Force.
Tavares menekankan pentingnya perbaikan pada detail-detail kecil yang berdampak besar. Ia meminta para pemain untuk lebih tenang, efektif, dan berani mengambil keputusan. Hasilnya terlihat jelas di babak kedua. Intensitas permainan Persebaya meningkat secara signifikan sejak peluit babak kedua dibunyikan.
“Saya pikir para pemain jauh lebih berkembang di babak kedua,” lanjutnya. Persebaya tampil lebih solid, baik saat menyerang maupun bertahan. Statistik membuktikan peningkatan efektivitas tersebut. Persebaya mencatatkan 12 tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran. Nilai expected goals mencapai 2,7, yang menunjukkan kualitas peluang yang sangat tinggi. Akurasi tembakan mencapai angka 50 persen.
Lini belakang juga bekerja keras untuk menjaga keseimbangan tim. Tercatat 29 intersep, 20 sapuan, dan 12 tekel sukses dilakukan. Kiper Persebaya juga berkontribusi besar dengan lima penyelamatan krusial. Peran kolektif ini membuat PSIM kesulitan untuk menciptakan peluang bersih.
Dalam fase transisi, Persebaya tampil lebih rapi. Akurasi umpan sebesar 71 persen dari total 175 operan menunjukkan permainan yang lebih terkontrol.
Tavares menilai bahwa kemenangan ini pantas diraih oleh timnya. Ia merasa puas melihat respons para pemain setelah evaluasi di ruang ganti. “Secara keseluruhan, saya sangat senang dengan performa para pemain hari ini,” tegas pelatih asal Portugal tersebut. Kepuasan itu lahir dari kerja keras, bukan sekadar skor akhir.
Sorotan juga tertuju pada Bruno Paraiba yang berhasil mencetak gol debutnya. Pemain anyar tersebut menjawab kepercayaan pelatih di laga pertamanya. Namun, Tavares menolak untuk memusatkan pujian hanya pada pencetak gol. Baginya, kontribusi tanpa bola sama pentingnya.
“Bagi saya, semua pemain penting. Bukan hanya yang mencetak gol, tetapi juga yang mencegah gol terjadi,” ucapnya. Filosofi tersebut menjadi fondasi permainan Persebaya Surabaya.
Ia menambahkan bahwa gol debut Bruno memiliki arti khusus. “Itu sangat penting baginya karena ini adalah pertama kalinya dia bermain dan dia belum 100 persen,” imbuh Tavares.
Kemenangan ini menunjukkan kekuatan mental Persebaya Surabaya. Tim mampu bangkit melalui komunikasi, evaluasi, dan kepercayaan satu sama lain. Ruang ganti menjadi pusat perubahan arah permainan. Dari sana, Persebaya keluar dengan wajah yang berbeda di babak kedua.
Resep Bernardo Tavares sederhana namun efektif:
- Berbicara jujur
- Memperbaiki detail
- Mengandalkan kerja tim
Dengan pendekatan tersebut, Persebaya Surabaya membuktikan diri layak menang. PSIM Yogyakarta pun harus mengakui kebangkitan Green Force di laga ini.




