Masjid Istiqlal Siapkan Ribuan Porsi Takjil dan Program Ibadah Ramadan
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi, Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, telah merampungkan berbagai persiapan komprehensif untuk melayani umat. Salah satu program unggulan yang terus digalakkan adalah penyediaan makanan berbuka puasa (takjil) gratis bagi ribuan jemaah setiap harinya.
Program makan bersama ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Masjid Istiqlal dalam menyambut bulan penuh berkah. Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, menjelaskan bahwa penyediaan takjil ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai donatur dan mitra.
“Untuk program buka bersama, Masjid Istiqlal berkomitmen menyediakan hidangan berbuka setiap hari selama Ramadan bagi seluruh jemaah yang hadir. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dengan para donatur dan berbagai pihak terkait,” ungkap Abu Hurairah.
Jumlah porsi makanan yang disiapkan setiap harinya disesuaikan dengan perkiraan jumlah jemaah yang akan hadir. Abu Hurairah merinci, “Setiap hari, kami menyiapkan ribuan porsi makanan berbuka. Jumlah ini fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kondisi serta kapasitas jemaah yang hadir. Namun, secara umum, kami menargetkan beberapa ribu porsi per hari. Pada hari kerja, perkiraan jumlahnya mencapai sekitar 3.000 porsi, sementara di akhir pekan bisa mencapai sekitar 5.000 porsi.”

Masjid Istiqlal menyiapkan ribuan porsi makanan berbuka puasa setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Persiapan Teknis dan Fasilitas Menjelang Ramadan
Selain fokus pada penyediaan takjil, pengelola Masjid Istiqlal juga telah melakukan berbagai persiapan teknis dan pemeliharaan fasilitas untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah para jemaah selama Ramadan. Langkah-langkah ini telah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan secara cermat.
“Menjelang Ramadan, Masjid Istiqlal, sejalan dengan tradisi tahun-tahun sebelumnya, secara proaktif melakukan berbagai persiapan teknis yang meliputi pembersihan menyeluruh area masjid, pengurasan septic tank, pembersihan bak air, pemeriksaan dan pemeliharaan sistem suara (sound system), serta pengaturan alur pergerakan jemaah agar tertib dan lancar,” jelas Abu Hurairah.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan tim relawan dan panitia Ramadan yang akan bertugas selama bulan suci. Hal ini penting untuk memastikan semua aspek pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.

Persiapan teknis menjelang Ramadan mencakup kebersihan area masjid hingga pengaturan alur jemaah.
Program Ibadah Khusus Ramadan: Iktikaf dan Qiyamul Lail
Masjid Istiqlal tidak hanya fokus pada aspek logistik, tetapi juga telah menyiapkan serangkaian program ibadah khusus yang dirancang untuk memperdalam spiritualitas jemaah selama Ramadan. Salah satu program yang paling dinantikan adalah pelaksanaan iktikaf.
“Pelaksanaan iktikaf akan dibuka pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Jemaah yang berminat untuk mengikuti iktikaf diharapkan dapat mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Ketentuan ini mencakup prosedur pendaftaran serta aturan selama berada di dalam area masjid,” ujar Abu Hurairah.
Kegiatan ibadah malam hari, termasuk qiyamul lail berjemaah, akan semakin diintensifkan pada fase akhir Ramadan.
“Untuk program-program khusus seperti iktikaf dan qiyamul lail yang dilaksanakan secara berjemaah dan lebih intensif, kami akan memfokuskannya pada 10 malam terakhir Ramadan. Kami berharap jemaah dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambah Abu Hurairah.

Iktikaf akan dilaksanakan pada 10 malam terakhir Ramadan, dengan ketentuan pendaftaran dan aturan khusus.
Dengan persiapan yang matang, Masjid Istiqlal siap menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan menawarkan pengalaman ibadah yang khusyuk dan pelayanan terbaik bagi seluruh umat muslim yang datang.




















