Ramadhan 2026: Pasar Jatinegara Sepi Pembeli Jelang Idul Fitri

Diposting pada

Jelang Ramadhan 2026, Pedagang Pasar Jatinegara Keluhkan Sepi Pembeli di Tengah Lonjakan Harga Cabai

Jakarta – Memasuki periode menjelang bulan suci Ramadhan 2026, suasana di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, justru terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah pedagang mengeluhkan aktivitas perdagangan yang belum menunjukkan geliat peningkatan signifikan, berbanding terbalik dengan tradisi pasar yang biasanya mulai ramai beberapa pekan sebelum puasa.

Endah (65), seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Jatinegara, mengungkapkan kekecewaannya. “Tidak ada ramai-ramainya, sepi. Beda sama tahun sebelumnya,” ujarnya pada Sabtu (7/2/2026). Ia menambahkan bahwa kondisi pasar cenderung lesu, dan lonjakan pembeli yang biasanya mulai menyiapkan stok bahan makanan menjelang Ramadhan belum terlihat.

“Biasanya kalau Ramadhan, ada yang stok cabai, bawang, mulai ramai tiga atau dua minggu sebelum puasa, apalagi udah semakin dekat. Cuma sekarang kan gitu, sepi,” keluh Endah.

Keluhan serupa juga datang dari Ahmad (47), pedagang cabai dan bawang lainnya. Ia menilai pasar tradisional kini semakin sepi pembeli. Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan jumlah pembeli adalah maraknya pedagang daring (online).

Ahmad berpendapat bahwa kehadiran layanan belanja daring telah membuat banyak masyarakat memilih berbelanja dari rumah dibandingkan datang langsung ke pasar tradisional. “Apalagi semenjak ada pedagang online, jadi sepi dagangan di pasar. Itu ngaruh banget, karena kan orang banyak beli di online, diam di rumah,” tuturnya.

Meskipun harga bahan pokok di platform online terkadang lebih murah dibandingkan di pasar tradisional, Ahmad mengingatkan bahwa kualitas barang yang dibeli secara daring belum tentu sesuai dengan harapan pembeli. “Harga kadang lebih murah dari di pasar, tapi kualitas barang belum tentu bagus. Namanya beli online, barang bisa nggak sesuai,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa berbelanja langsung di pasar memberikan keuntungan tersendiri bagi konsumen, yaitu kemampuan untuk memilih barang sesuai kebutuhan secara langsung. Pembeli dapat melihat kualitas cabai, sayuran, maupun bahan pangan lainnya sebelum memutuskan untuk membeli. “Mending beli di pasar, bisa milih sendiri, kualitas barang sudah bisa lihat langsung,” tegas Ahmad.

Terkait perbedaan harga, Ahmad memandang selisih harga antara pasar tradisional dan toko online masih dalam batas wajar. Perbedaan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 dianggap lumrah, mengingat kualitas barang di pasar dapat dipastikan secara langsung oleh pembeli.

Terlepas dari sepinya pembeli, Ahmad memastikan bahwa ketersediaan stok cabai dan bahan pangan lainnya masih aman. Ia tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan barang. “Alhamdulillah, stok tidak susah. Kita belanja di Pasar Induk lagi aman,” ucapnya.

Para pedagang pasar tradisional berharap agar mendekati Ramadhan, jumlah pembeli dapat kembali meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan aktivitas belanja masyarakat diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian dan memperbaiki pendapatan para pedagang. Selain itu, para pedagang juga menginginkan dukungan dari pemerintah dan pihak terkait agar pasar tradisional tetap dapat bertahan di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital, serta terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kenaikan Harga Cabai Rawit Menjadi Sorotan Menjelang Ramadhan

Di tengah keluhan sepi pembeli, harga beberapa komoditas pangan di Pasar Jatinegara justru menunjukkan tren kenaikan, terutama untuk jenis cabai menjelang Ramadhan.

  • Cabai Rawit: Harga cabai rawit mengalami lonjakan signifikan. Pada akhir tahun 2025, harga komoditas ini masih berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram (kg). Namun, dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai rawit telah meroket hingga mencapai Rp70.000 per kg. Kenaikan drastis ini tentu menjadi perhatian utama para ibu rumah tangga yang hendak berbelanja kebutuhan dapur.

  • Cabai Keriting dan Cabai Merah Besar: Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai keriting dan cabai merah besar terpantau relatif lebih stabil dan bahkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, kedua jenis cabai tersebut dijual dengan harga Rp35.000 per kg. Angka ini turun dibandingkan tahun lalu yang sempat berada pada kisaran Rp50.000-Rp60.000 per kg.

Sementara itu, harga bawang juga terpantau masih stabil menjelang Ramadhan.

  • Bawang Putih: Dijual dengan harga Rp40.000 per kg.
  • Bawang Merah: Dibanderol di angka Rp50.000 per kg.

Jaminan Stok Pangan Aman dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Menanggapi potensi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan dan harga pangan menjelang hari-hari besar keagamaan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebelumnya telah memastikan stok pangan di ibu kota aman.

Pihaknya terus menjalin komunikasi erat dengan kepala daerah penghasil pangan di berbagai wilayah yang menjadi pemasok pangan bagi Jakarta. “Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia, yang mereka menyuplai ke Jakarta untuk urusan pangan. Mudah-mudahan, menyambut Imlek, puasa, dan Lebaran, persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging,” ujar Pramono pada Selasa (3/2).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan stok pangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode perayaan Imlek hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Jaminan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari raya.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan