Real Madrid mengambil langkah baru dalam kasus Negreira dengan menyerahkan laporan setebal 50.000 halaman kepada UEFA. Klub ibu kota Spanyol itu meminta badan sepak bola Eropa tersebut menindaklanjuti dugaan pembayaran FC Barcelona kepada pihak yang terkait dengan mantan pejabat wasit, dan menurut laporan media Spanyol, Los Blancos bahkan mengincar pencabutan sembilan gelar liga Barcelona yang diraih pada rentang 2001 hingga 2018.
Pengaduan itu diumumkan langsung oleh Real Madrid melalui situs resmi klub. Dalam pernyataannya, Madrid menyebut UEFA telah menerima laporan mereka dan akan melanjutkan penyelidikan atas pembayaran yang dilakukan Barcelona selama dua dekade terakhir kepada mantan wakil ketua Komisi Teknis Wasit. Klub juga menegaskan bahwa dokumen yang mereka kirim berisi bukti dan materi yang dinilai sangat serius karena menyentuh integritas kompetisi.
Kasus Negreira sendiri bukan perkara baru. Penyelidikan yang mengemuka sejak 2019 menemukan bahwa Barcelona, dalam periode 2001-2018, membayar sekitar 7,3 juta hingga 8,4 juta euro kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kaitan dengan Jose Maria Enriquez Negreira, sosok yang pernah menjabat di lingkaran tertinggi perwasitan Spanyol. Pembayaran itu berhenti pada 2018, bertepatan dengan mundurnya Negreira dari asosiasi wasit.
Barcelona selama ini membantah tuduhan bahwa dana tersebut digunakan untuk memengaruhi keputusan wasit. Klub Katalan itu menyatakan pembayaran yang dilakukan merupakan jasa konsultasi eksternal yang sah, berupa laporan teknis tentang wasit untuk membantu staf tim. Namun, jaksa penuntut umum masih menyelidiki apakah transaksi tersebut bertujuan mempengaruhi pertandingan, yang dalam hukum olahraga dapat dikategorikan sebagai korupsi olahraga.
Posisi Real Madrid terhadap kasus ini jauh lebih keras. Dalam pernyataan resminya, klub menekankan bahwa penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas dan otoritas terkait perlu mengambil keputusan sesuai beratnya fakta yang terbukti. Madrid juga menyebut akan terus bekerja sama dengan UEFA untuk mengungkap peristiwa yang, menurut mereka, tidak sejalan dengan prinsip integritas, transparansi, dan fair play dalam sepak bola Eropa.
Menurut Diario AS, tujuan utama Real Madrid bukan sekadar mendorong penyelidikan, melainkan juga meminta UEFA meninjau ulang seluruh gelar liga Barcelona pada periode 2001-2018. Totalnya ada sembilan trofi yang disebut masuk dalam target tuntutan tersebut. Madrid memilih jalur UEFA karena sebagian dugaan pelanggaran Barcelona dalam hukum olahraga Spanyol disebut sudah melewati batas kedaluwarsa, sehingga opsi penanganan di dalam negeri menjadi terbatas.
Sumber: www.goal.com




