I Img1000x750 1716073458vu3oyj94322

Rekam jejak kekejaman Taufik Hidayat pria yang potong bibir wanita, ayahnya pernah jadi korban

Diposting pada

— Sifat brutal, temperamental, dan emosional menjadi gambaran nyata dari sosok Taufik Hidayat (TH), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita asal Bandung berinisial YTR (29).

Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan bahwa selain memiliki tabiat buruk yang terbentuk sejak masa kecil, tersangka yang bekerja sebagai debt collector ini juga terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol. Fakta-fakta mengejutkan ini diperoleh penyidik setelah melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam terhadap tersangka, korban, orang tua pelaku, hingga mantan istrinya.

“Dalam beberapa pertanyaan atau pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui dan membenarkan bahwa tersangkalah pelaku kekerasan tersebut. Dari situ kita melihat dan kami cocokkan juga dengan beberapa informasi dari psikologi,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026). 

Berdasarkan penyidikan pihak kepolisian, perilaku kasar dan emosional Taufik Hidayat ternyata tidak hanya menyasar para korban wanitanya, melainkan juga kerap dilayangkan kepada keluarganya sendiri.

“Tambahan lagi, ini tersangka temperamental,” ungkap Irjen Pol Rudi Setiawan.

“Kami memeriksa orang tuanya, jadi beberapa kali kalau yang bersangkutan itu sesuatu harapannya tidak dipenuhi, pernah suatu hari balik ke rumah tidak mendapatkan makanan sesuai harapan, itu bapaknya dicari ke sawah dan dipukul.”

Cerita memilukan ini dikonfirmasi langsung oleh ayah kandung Taufik, Tata, saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (27/6/2026).

Tata mengaku pernah dipukul menggunakan kayu di bagian kepala oleh anak ketiganya tersebut saat sedang mencangkul di sawah hanya karena masalah lauk makanan di rumah.

“Pernah, dipukul kepala, ku kayu (sama kayu). Datang langsung mukul,” ucap Tata.

Ironisnya, Tata mengakui bahwa Taufik merupakan anak yang paling disayang dan paling dimanja di keluarga.

Sifatnya yang keras diduga kuat terbentuk karena sejak kecil Taufik selalu dibela oleh orang tuanya setiap kali terlibat perselisihan atau pertengkaran dengan teman maupun tetangga sekitar.

Karakter buruk Taufik Hidayat juga dibongkar oleh Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi. Kusnaedi menyebut sifat temperamental Taufik sudah sangat terlihat sejak usia dini hingga membuat warga sekitar merasa ketakutan dan enggan berteman dengannya.

 “Dari masih kecil mah (Taufik) enggak ada temannya, takut lah, orangnya brutal. Jadi udah kelihatan dari kecilnya juga. Bahkan waktu kecil pas ngaji juga minum obat (obat-obatan terlarang). Udah gede enggak ada yang mau temenan, pada takut, orangnya brutal,” kata Kusnaedi seperti dikutip dari Tribun Bogor, Jumat (26/6/2026).

Kusnaedi menambahkan, lingkungan keluarga Taufik cukup pelik. Kakak Taufik (anak kedua Tata) memiliki tabiat serupa yang gemar mengonsumsi minuman keras, membuat sang ibu sempat mengalami stres selama satu tahun. Sementara anak keempat Tata dilaporkan meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan terlarang.

 Sisi kelam sosok Taufik Hidayat kembali dikuatkan oleh mantan istrinya yang dinikahi pada tahun 2015 silam.

 Perempuan tersebut mengaku bahtera rumah tangga mereka hanya bertahan selama dua minggu sebelum akhirnya ia ditinggalkan oleh Taufik dalam kondisi mengandung.

Sang mantan istri menuturkan bahwa Taufik adalah pria yang sangat cemburuan, suka membesar-besarkan masalah kecil, dan kerap meminta kembali mas kawin serta cincin nikah setiap kali mereka terlibat percekcokan.

Aksi kejam yang menimpa YTR (29) bukanlah kasus kriminal pertama yang melibatkan Taufik Hidayat. Berdasarkan data kepolisian, Taufik merupakan seorang residivis yang pernah ditangkap dan divonis hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan terkait kasus penganiayaan terhadap seorang wanita pada tahun 2020-an di daerah Bandung.

Kini, aksi sadisnya kembali berulang dan menimpa kekasihnya sendiri, YTR. Hubungan asmara yang diwarnai kecemburuan besar serta pelampiasan stres akibat tekanan pekerjaan sebagai debt collector membuat Taufik tega menyekap dan menganiaya korban dalam kurun waktu yang sangat lama, yakni dari Mei 2024 hingga Juni 2026.

Tindakan keji itu dilakukan secara berulang di empat lokasi kos-kosan yang berbeda di mana mereka kerap berpindah tempat. Korban dikunci dari luar kamar dalam kondisi tidak berdaya.

Selama penyekapan, YTR menerima berbagai penyiksaan fisik mulai dari pukulan tangan kosong, hantaman benda keras seperti besi, meja kecil, helm, penggunaan senjata tajam, hingga sundutan rokok.

 Akibatnya, YTR mengalami luka serius di sekujur tubuhnya hingga menderita dugaan kebutaan permanen di kedua matanya.

Kasus ini akhirnya mencuat ke publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pihak keluarga korban pun resmi melaporkan tindak pidana tersebut ke Mapolda Jabar pada Jumat (12/6/2026) dengan nomor laporan LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

Usai dilaporkan, Taufik sempat melarikan diri dan ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

Selama masa pelariannya, Taufik sempat kabur ke wilayah Tangerang karena menganggap wilayah tersebut aman. Namun, ia didera rasa ketakutan, kebingungan, serta curiga kepada semua orang sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Jawa Barat.

Pelarian sang residivis berakhir setelah tim penyidik Polda Jabar berhasil membekuk Taufik di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026) petang sekitar pukul 18.30 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan dan memasang garis polisi pada sepeda motor Yamaha Nmax berwarna hitam dengan nomor polisi D 4417 YDA yang digunakan tersangka untuk kabur.

Saat jok motor diperiksa, penyidik menemukan sejumlah barang bukti terlarang berupa sebilah golok, beberapa pelat nomor palsu, serta alat pancing. Setelah ditangkap, Taufik langsung menjalani tes urine dan pemeriksaan fisik.

Hasil tes menunjukkan bahwa tersangka negatif dari jeratan narkoba, namun ia mengakui sempat menenggak minuman beralkohol jenis Intisari sebelum diringkus petugas. Di lokasi kejadian perkara, polisi juga mengamankan peralatan infus yang diduga sempat dipakai tersangka untuk mengobati luka korban secara mandiri.

“Betul ada infus di sana dan kita sudah dalami. Pernah ada upaya untuk menyembuhkan atau mengobati korban, itu dilakukan oleh tersangka. Ini tentunya kita akan tindak lanjuti ke depan, apakah ada orang yang membantu, apakah dia sendiri, dan kita akan konfirmasikan juga ke pihak korban,” ucap Irjen Pol Rudi Setiawan.

Mengingat tingkat kekejaman tersangka yang dinilai di luar batas kewajaran, pihak Polda Jabar menegaskan akan menjerat Taufik Hidayat dengan pasal berlapis secara kumulatif atau digabungkan.

Pasal yang disangkakan meliputi Pasal 446 ayat 2, Pasal 451, serta Pasal 126 ayat 2. Terkait dugaan adanya kekerasan seksual, pihak penyidik masih menunggu hasil visum resmi dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) RSHS Bandung.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Taufik kini ditahan di dalam sel khusus seorang diri dengan pengawasan ketat kamera CCTV selama 24 jam.

Pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan psikologis lanjutan dengan melibatkan tim ahli kejiwaan.

“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya alias ini terlalu sadis,” tegas Kapolda Jabar.

Polda Jabar juga membuka posko pengaduan dan mengimbau kepada masyarakat luas yang merasa pernah menjadi korban kekerasan oleh tersangka untuk segera melapor guna melengkapi berkas perkara penyidikan.

Sementara itu, kondisi YTR kini masih dalam perawatan intensif dan isolasi kunjungan di RSHS Bandung untuk memulihkan trauma fisik maupun psikisnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi secara terbuka telah menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi serta menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga tuntas.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan