Peluncuran France–Indonesia High Level Business Council menjadi penanda penting dalam upaya Indonesia dan Prancis memperkuat hubungan ekonomi pasca-pandemi, dengan fokus utama pada peningkatan investasi dua arah dan optimalisasi perdagangan. Forum ini digagas sebagai mesin penggerak yang akan memfasilitasi dialog substantif antara pelaku usaha kedua negara, sekaligus memastikan realisasi komitmen investasi yang telah terjalin.
Pembentukan dewan bisnis tingkat tinggi ini merupakan hasil strategis dari pertemuan puncak antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dilaksanakan di Prancis. Keberadaan forum ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga secara konkret mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor.
Tonggak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia-Prancis
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyambut baik peluncuran France–Indonesia High Level Business Council sebagai langkah monumental dalam penguatan kemitraan ekonomi kedua negara. Ia menekankan bahwa forum ini akan berfungsi sebagai katalisator utama dalam mendorong investasi, memperluas jangkauan perdagangan, dan mengukuhkan kerja sama strategis yang memberikan keuntungan timbal balik.
“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara,” ujar Rosan. “Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.”
Dewan bisnis ini secara resmi diluncurkan di Paris pada 28 Mei 2026, disaksikan langsung oleh kedua kepala negara, menandai sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun relasi ekonomi yang lebih kokoh. Momen peluncuran ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden RI ke Prancis, yang semakin mempertegas komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral.
Forum Strategis Perusahaan Ternama
France–Indonesia High Level Business Council menjadi platform penting yang mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Perusahaan-perusahaan yang terlibat memiliki total kapitalisasi pasar gabungan yang fantastis, mencapai USD 1,3 triliun. Kehadiran para pemimpin bisnis dari kedua negara ini menunjukkan tingginya antusiasme dan keyakinan terhadap potensi kolaborasi ekonomi Indonesia-Prancis.
Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh dua tokoh kunci: Antoine de Saint-Affrique, CEO Danone sekaligus Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International, dan Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia. Kolaborasi kepemimpinan ini diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi antara kepentingan bisnis Prancis dan Indonesia, serta memastikan implementasi program-program yang telah disepakati berjalan lancar.
Kesepakatan Komersial Senilai Miliaran Dolar
Peluncuran dewan bisnis ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga membuahkan hasil konkret. Momentum penting ini ditandai dengan penandatanganan empat kesepakatan komersial baru yang bernilai total USD 3,5 miliar. Fokus utama dari kesepakatan ini mencakup sektor-sektor krusial seperti ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor Prancis terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” papar Rosan. Sektor-sektor yang dipilih juga mencerminkan prioritas pembangunan Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi dan penguatan sektor pertahanan.
Mengawal Realisasi Komitmen Investasi
Lebih dari sekadar mencapai kesepakatan baru, peran utama dewan bisnis ini adalah memastikan bahwa komitmen-komitmen investasi sebelumnya dapat terealisasi secara optimal. Rosan menyoroti pentingnya forum ini dalam mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman (MoU) dan komitmen investasi yang telah disepakati. Sebagai gambaran, pada kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari USD 11 miliar.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” jelas Rosan. Mekanisme ini krusial untuk mengatasi birokrasi, tantangan regulasi, atau isu-isu lain yang mungkin menghambat aliran modal dan transfer teknologi.
Target Peningkatan Perdagangan Tiga Kali Lipat
Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis memiliki ambisi besar untuk meningkatkan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Target ambisius ini akan didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah Indonesia dan Prancis, serta dedikasi Kadin Indonesia dan MEDEF International dalam memperkuat koridor ekonomi bilateral. Upaya ini diharapkan membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis yang potensial.
“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat,” tutup Rosan. “Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global.” Visi ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk terus meningkatkan penetrasi pasar global dan menarik investasi berkualitas tinggi pasca-pandemi.
Penulis: Erwin




